Shell Indonesia Finalisasi Persiapan Distribusi BBM Bensin dari Pasokan Impor B2B Pertamina Patra Niaga

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id – Shell Indonesia memastikan proses persiapan distribusi serta penyediaan kembali bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dari pasokan impor base fuel melalui skema business-to-business (B2B) dengan Pertamina Patra Niaga kini memasuki tahap final.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan untuk kembali menyalurkan produk BBM bensin di jaringan SPBU Shell hampir rampung.

“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kegiatan persiapan distribusi dan penyediaan kembali produk BBM bensin dari pasokan impor base fuel B2B dengan Pertamina Patra Niaga saat ini telah memasuki tahap akhir,” ujar Ingrid kepada Kontan, Minggu (7/12).

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Shell menjadi badan usaha swasta terbaru yang menerima suplai BBM setelah sebelumnya penyaluran dilakukan kepada BP-AKR dan Vivo. Pertamina Patra Niaga tercatat telah menyalurkan 100.000 barel BBM kepada Shell Indonesia. Dengan tambahan tersebut, total suplai BBM kepada seluruh SPBU swasta mencapai 430.000 barel.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa suplai tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan distribusi energi nasional.

Baca Juga : Cilok Fest Sembalun Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM pada Perayaan HUT ke-67 NTB

“Untuk Shell Indonesia, penyaluran kali ini sebanyak 100.000 barel sehingga total suplai kepada seluruh SPBU swasta (BP-AKR, Vivo, dan Shell Indonesia) mencapai 430.000 barel. Hal ini menunjukkan kapasitas suplai kami yang kuat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan energi nasional,” kata Roberth dalam keterangan resmi, Jumat (5/12).

Roberth menjelaskan bahwa proses penyediaan pasokan dilakukan melalui mekanisme B2B yang mengikuti prosedur kepatuhan dan tata kelola. Tahapan tersebut mencakup penetapan kebutuhan volume, tender pemasok dengan prinsip GCG, joint surveyor, hingga mekanisme open book dalam negosiasi komersial.

“Komoditas BBM yang dipasok kepada badan usaha swasta, dalam hal ini Shell Indonesia, telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah,” ujar Roberth.

Penulis : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendapatan Tembus Rp2,9 Miliar, PD Agro Selaparang Diminta Perkuat Tata Kelola
JMSI NTB dan ITDC Perkuat Kolaborasi Promosi KEK Mandalika Dorong Citra Mandalika Mendunia
Bitcoin Bertahan di Level Tinggi, Sentuh Kisaran USD 78.000 di Tengah Arus Dana Institusi
Bupati Lombok Timur Tekankan Optimalisasi Lahan Kering dalam Penguatan Ketahanan Pangan Daerah
Peletakan Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Kaitkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
NTB jadi rujukan nasional pengembangan BPRS, pangsa pasar tembus 50 persen
Lotim masuk nominasi “entrepreneur government”, andalkan skema pembiayaan kreatif
Sekda Lombok Timur akui harga elpiji 3 kg melampaui HET, sebut distribusi jadi masalah

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:38 WITA

Pendapatan Tembus Rp2,9 Miliar, PD Agro Selaparang Diminta Perkuat Tata Kelola

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:15 WITA

JMSI NTB dan ITDC Perkuat Kolaborasi Promosi KEK Mandalika Dorong Citra Mandalika Mendunia

Sabtu, 25 April 2026 - 06:20 WITA

Bitcoin Bertahan di Level Tinggi, Sentuh Kisaran USD 78.000 di Tengah Arus Dana Institusi

Kamis, 23 April 2026 - 21:15 WITA

Bupati Lombok Timur Tekankan Optimalisasi Lahan Kering dalam Penguatan Ketahanan Pangan Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 17:35 WITA

Peletakan Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Kaitkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Ekonomi Pembangunan

BPS dan Pemkab Lotim Perkuat SDM Pendataan Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:16 WITA