Jakarta, newsline.id – Shell Indonesia memastikan proses persiapan distribusi serta penyediaan kembali bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dari pasokan impor base fuel melalui skema business-to-business (B2B) dengan Pertamina Patra Niaga kini memasuki tahap final.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan untuk kembali menyalurkan produk BBM bensin di jaringan SPBU Shell hampir rampung.
“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kegiatan persiapan distribusi dan penyediaan kembali produk BBM bensin dari pasokan impor base fuel B2B dengan Pertamina Patra Niaga saat ini telah memasuki tahap akhir,” ujar Ingrid kepada Kontan, Minggu (7/12).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Shell menjadi badan usaha swasta terbaru yang menerima suplai BBM setelah sebelumnya penyaluran dilakukan kepada BP-AKR dan Vivo. Pertamina Patra Niaga tercatat telah menyalurkan 100.000 barel BBM kepada Shell Indonesia. Dengan tambahan tersebut, total suplai BBM kepada seluruh SPBU swasta mencapai 430.000 barel.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa suplai tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan distribusi energi nasional.
Baca Juga : Cilok Fest Sembalun Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM pada Perayaan HUT ke-67 NTB
“Untuk Shell Indonesia, penyaluran kali ini sebanyak 100.000 barel sehingga total suplai kepada seluruh SPBU swasta (BP-AKR, Vivo, dan Shell Indonesia) mencapai 430.000 barel. Hal ini menunjukkan kapasitas suplai kami yang kuat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan energi nasional,” kata Roberth dalam keterangan resmi, Jumat (5/12).
Roberth menjelaskan bahwa proses penyediaan pasokan dilakukan melalui mekanisme B2B yang mengikuti prosedur kepatuhan dan tata kelola. Tahapan tersebut mencakup penetapan kebutuhan volume, tender pemasok dengan prinsip GCG, joint surveyor, hingga mekanisme open book dalam negosiasi komersial.
“Komoditas BBM yang dipasok kepada badan usaha swasta, dalam hal ini Shell Indonesia, telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah,” ujar Roberth.
Penulis : R9







