Sembalun, newsline.id – Festival Cilok Sembalun (Cilok Fest) yang digelar di Rest Area Sembalun menjadi momentum penggerak ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (7/12).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penguatan ekonomi masyarakat menjadi fokus utama pembangunan daerah.
“Seluruh kebijakan pemerintah provinsi harus benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai festival berbasis kuliner lokal seperti Cilok Fest efektif menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang membutuhkan ruang promosi dan akses pasar.
“Kita ingin UMKM makin mudah berkembang dan memiliki kesempatan yang sama untuk naik kelas,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Iqbal juga mengumumkan telah dibukanya kembali penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank NTB setelah bertahun-tahun dibatasi.
“Mulai tahun depan, Bank NTB fokus membantu UMKM dan usaha mikro. Bunganya disubsidi pemerintah provinsi,” ucapnya.
Ia mendorong para pelaku usaha kecil, termasuk komunitas penjual cilok, memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut.
Selain permodalan, pemerintah daerah menyiapkan program Desa Berdaya dengan alokasi Rp300 juta hingga Rp500 juta untuk setiap desa, terutama bagi 106 desa kategori miskin ekstrem. Program ini diharapkan memperkuat fondasi ekonomi akar rumput untuk mencapai target NTB bebas kemiskinan ekstrem pada 2029.
Perwakilan Makmur Mendunia Center (MMC) NTB, Irham Jayadi, selaku penggagas festival, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat.
“Bahkan kami menambah 10 rombong lagi dengan sekitar 10 ribu cilok untuk memenuhi permintaan pengunjung,” ungkapnya.
Menurutnya, Cilok Fest dirancang untuk menjadi media pemberdayaan ekonomi kuliner dan UMKM di Lombok Timur serta penggerak aktivitas wisata Sembalun pada periode penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani antara Desember–Maret.
“Insya Allah acara ini berlangsung hingga puncak HUT NTB pada 17 Desember,”ucapnya.
Dengan suasana sejuk pegunungan Sembalun dan tingginya interaksi antara pelaku usaha serta pengunjung, festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempromosikan kuliner khas NTB, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : R9







