NTB jadi rujukan nasional pengembangan BPRS, pangsa pasar tembus 50 persen

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, newsline.id — Kinerja industri Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut menjadi rujukan nasional di tengah tekanan yang dialami sektor serupa di tingkat nasional.

Ketua Umum Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah, Alfi Wijaya, mengatakan NTB menunjukkan performa yang relatif stabil dan sehat, berbeda dengan kondisi nasional yang menghadapi tantangan profitabilitas dan peningkatan pembiayaan bermasalah.

“Lombok ini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga tempat belajar. Industri BPRS di sini menunjukkan kinerja yang sehat dan bisa menjadi referensi nasional,” ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan BPRS Summit 2026 di Mataram, Senin, (20/4).

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut pangsa pasar BPRS di NTB mencapai hampir 50 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 10 persen. Selain itu, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) di NTB tercatat sekitar 1 persen.

Menurut Alfi, capaian tersebut didukung tata kelola yang relatif baik, manajemen risiko yang kuat, serta kedekatan lembaga keuangan dengan masyarakat lokal.

Namun, ia juga menyoroti kondisi industri BPRS secara nasional yang tengah tertekan, sehingga model pengelolaan di NTB dinilai relevan untuk direplikasi.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai sistem ekonomi syariah memiliki keunggulan dalam menghadapi ketidakpastian global, terutama karena berbasis akad yang jelas dan mekanisme bagi hasil.

“Bagi pengusaha, bunga naik tidak masalah, harga naik tidak masalah, asal stabil. Yang paling mereka butuhkan adalah kepastian,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor mikro dan ultra mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi dinilai lebih tahan terhadap krisis jika ditopang sistem keuangan berbasis syariah.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah mendorong transformasi bank perekonomian rakyat milik daerah menjadi BPRS, serta penguatan Bank NTB Syariah sebagai lokomotif pembiayaan daerah.

Rakernas bertema “Dari Lombok untuk Indonesia: Membangun Sinergi, Mendorong Inovasi, Memperkuat Ketahanan Industri BPR Syariah” tersebut diikuti lebih dari 140 BPRS dari seluruh Indonesia, serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD NTB Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Kinerja dan Tantangan Fiskal
Peletakan Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Kaitkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
NTB siapkan perda untuk tekan pinjol ilegal dan judi online
Lotim masuk nominasi “entrepreneur government”, andalkan skema pembiayaan kreatif
Sekda Lombok Timur akui harga elpiji 3 kg melampaui HET, sebut distribusi jadi masalah
Peternak ayam di Lotim keluhkan gas nonsubsidi langka, pemda minta data kebutuhan riil
Wagub minta warga Dompu di Mataram tak jadikan halalbihalal sekadar seremoni
Halalbihalal RKB dinilai perlu diperkuat jadi ruang kerja nyata komunitas

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:08 WITA

DPRD NTB Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Kinerja dan Tantangan Fiskal

Rabu, 22 April 2026 - 17:35 WITA

Peletakan Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Kaitkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Senin, 20 April 2026 - 21:38 WITA

NTB siapkan perda untuk tekan pinjol ilegal dan judi online

Senin, 20 April 2026 - 21:26 WITA

Lotim masuk nominasi “entrepreneur government”, andalkan skema pembiayaan kreatif

Senin, 20 April 2026 - 21:16 WITA

Sekda Lombok Timur akui harga elpiji 3 kg melampaui HET, sebut distribusi jadi masalah

Berita Terbaru

Lombok Timur

TMMD ke-128 Dimulai di Suralaga, Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:50 WITA