Selong, newsline.id — Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memastikan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerahnya tidak perlu khawatir terkait perpanjangan surat keputusan (SK). Namun, kepastian pengangkatan penuh tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan halal bihalal ASN PPPK tenaga guru di Gedung Wanita Lombok Timur, Rabu (22/4).
Di hadapan para guru, bupati menyebut pemerintah daerah mengusulkan seluruh tenaga honorer untuk diakomodasi sebagai PPPK, tanpa pengurangan kuota.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Waktu kepala BKPSDM tanya saya berapa yang diusulkan PPPK paruh waktu, saya bilang 100%. Tidak boleh ada yang dikurangi, kecuali tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengangkatan PPPK penuh waktu akan disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah. Artinya, tidak semua usulan otomatis dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan.
Selain soal status kepegawaian, bupati juga menyinggung penempatan guru yang harus mengikuti kebutuhan daerah, bukan preferensi individu. Ia meminta para guru fokus pada tugas utama sebagai pendidik.
“Kalau Anda menjadi guru jadilah guru yang bermanfaat, guru yang berguna untuk anak didik Anda. Tidak hanya sekadar kita mencetak orang cerdas dan pintar tapi juga menjaga akhlak,” katanya. (AK)
Editor : R9







