Generasi Muda dan Pelestarian Budaya Religius: Sholawat Al-Barzanji di Tengah Derasnya Arus Zaman

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Zunnurain

Dewan Pembina Al-Barzanji Al-Jannah

newsline.id – Di tengah derasnya arus modernisasi, generasi muda kian akrab dengan gaya hidup serbam instan, hedonistik, serta budaya barat yang glamour. Media sosial turut memperkuat pergeseran nilai ini hingga menjadikan mereka lebih sibuk dengan gawai, dan perlahan meninggalkan tradisi literasi serta nilai-nilai keislaman yang selama ini mengakar kuat.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut membuat pelestarian budaya religius kian mengkhawatirkan. Tradisi pembacaan sholawat, khususnya Sholawat Al-Barzanji, mulai ditinggalkan. Padahal, Al-Barzanji bukan hanya untaian pujian kepada Nabi Muhammad SAW, melainkan warisan budaya spiritual yang telah hidup berabad-abad di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Setiap baitnya memuat nilai moral, sejarah, serta kecintaan mendalam kepada Rasulullah, sekaligus memperkuat identitas budaya umat.

Akar Tradisi Al-Barzanji

Sholawat Al-Barzanji merupakan karya Syekh Ja’far Ibnu Hasan Al-Barzanji (1690–1766), ulama dan sastrawan abad ke-17 yang menulis naskah Iqd al-Jawahir. Nama “Al-Barzanji” sendiri merujuk pada kampung halamannya di wilayah Barzinj, Kurdistan, Irak.

Meskipun ditulis jauh setelah masa Rasulullah SAW, esensi syair-syairnya telah ada sejak para penyair resmi Rasul, seperti Hasan bin Tsabit, Abdullah bin Rawahah, dan Ka’ab bin Malik, mempersembahkan pujian kepada Nabi.

Di Indonesia, tradisi pembacaan Al-Barzanji hidup dalam beragam acara, seperti Maulid Nabi, khitanan, dan syukuran keluarga. Di beberapa daerah, termasuk Nusa Tenggara Barat, dikenal pula pembacaan Maulid Al-Barzanji wa Al-Anasyid Al-Nahdiyyah yang dipopulerkan oleh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, dengan irama khas pada setiap judul syairnya.

Kebangkitan dari Generasi Muda

Beberapa tahun terakhir muncul fenomena menarik: generasi muda mulai kembali melirik Al-Barzanji. Berbagai komunitas pemuda, organisasi remaja masjid, hingga mahasiswa menggiatkan majelis pembacaan sholawat secara rutin. Bahkan sebagian mengembangkan konten digital, membuat dokumentasi pembacaan.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar menjadi pewaris, tetapi juga kreator yang mendorong tradisi ini tetap hidup dan relevan.

Harmoni Tradisi dan Inovasi

Kemampuan generasi muda dalam menjembatani tradisi dan kebutuhan zaman patut diapresiasi. Dengan pendekatan kreatif, mereka mampu mengemas nilai-nilai religius dalam bentuk yang lebih menarik tanpa kehilangan esensinya. Modernitas dan tradisi tidak lagi dipandang sebagai dua kutub yang saling bertentangan, tetapi sebagai harmoni yang saling menguatkan.

Menjaga Warisan, Menata Masa Depan

Pelestarian sholawat Al-Barzanji oleh generasi muda menjadi bukti bahwa spiritualitas belum sepenuhnya tergeser oleh teknologi. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, mereka menemukan ketenangan, identitas, sekaligus arah melalui warisan leluhur yang sarat nilai kearifan.

Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan para tokoh agama diharapkan memberi dukungan lebih konkret, mulai dari penyediaan ruang kegiatan, program pembinaan, hingga integrasi budaya religius ke dalam kurikulum pendidikan.

Dengan tradisi Islam yang kuat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan generasi mudanya sebagai pionir kebangkitan spiritual dan budaya Islam yang moderat.

Apa yang dilakukan generasi muda hari ini bukan sekadar nostalgia budaya, tetapi bentuk kesadaran kolektif agar mereka tidak tercerabut dari akar. Seperti lantunan Al-Barzanji yang mengalun syahdu, semangat anak muda dalam merawat tradisi ini tampak lembut, tetapi mengakar kuat.

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda NW Kritisi Sewa Mobil Listrik dan Meritokrasi Gubernur Iqbal: Mana Data Penghematannya dan Dimana Transparansinya?
Koalisi Pemuda NTB Hearing di Kejati dan Dishub, Soroti Dugaan Perkara dan Sewa Mobil Listrik
Gaji Stagnan, Hidup Makin Mahal: Kelas Menengah Terjepit
NTB 67 Tahun: Menakar Prospek Menuju Makmur Mendunia
Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0, Terus Tempel Arsenal
Hukum Menang, Budaya Tumbang Di Toraja
Membangun Masa Depan Rinjani: Integrasi Narasi Budaya dan Quality Tourism
Banjir: Antara Rahmat yang Tak Disyukuri dan Ekologi yang Diabaikan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:05 WITA

Pemuda NW Kritisi Sewa Mobil Listrik dan Meritokrasi Gubernur Iqbal: Mana Data Penghematannya dan Dimana Transparansinya?

Senin, 9 Februari 2026 - 17:42 WITA

Koalisi Pemuda NTB Hearing di Kejati dan Dishub, Soroti Dugaan Perkara dan Sewa Mobil Listrik

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:25 WITA

Gaji Stagnan, Hidup Makin Mahal: Kelas Menengah Terjepit

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:25 WITA

NTB 67 Tahun: Menakar Prospek Menuju Makmur Mendunia

Senin, 15 Desember 2025 - 00:22 WITA

Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0, Terus Tempel Arsenal

Berita Terbaru

Mataram

Musrenbang NTB fokus penurunan kemiskinan dan penguatan SDM

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:45 WITA

Pemerintahan

Gubernur Iqbal tekankan peran strategis pers dalam kebijakan publik

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:29 WITA