Mataram, ntb.newsline.id — Ketua Muda Mandalika, Kadir Djailani, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk serius mengusut dugaan praktik korupsi dan pemotongan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ia menilai praktik dugaan penyalahgunaan bantuan pendidikan tersebut bukan persoalan baru, melainkan sudah berlangsung lama dan diduga melibatkan banyak pihak.
“Kami berharap KPK benar-benar serius mendalami persoalan ini. Jangan setengah-setengah, karena program KIP Kuliah merupakan program prioritas nasional yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” ujarnya, Kamis (08/05/2026).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kadir, modus yang diduga digunakan dalam praktik tersebut beragam, mulai dari pemotongan bantuan setelah dana cair hingga kesepakatan persentase tertentu sebelum bantuan diterima mahasiswa.
“Ada dugaan pola yang dimainkan, mulai dari meminta setoran setelah dana masuk rekening hingga perjanjian potongan sejak awal. Ini yang harus dibongkar secara menyeluruh,” katanya.
Ia menilai praktik tersebut berpotensi merugikan mahasiswa penerima bantuan, terutama mereka yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.
Kadir juga meminta KPK tidak hanya fokus pada pelaku lapangan, tetapi turut menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi aktor utama di balik praktik tersebut.
“Kalau memang ada jaringan atau pola yang terstruktur, maka harus diungkap sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya menyasar pelaku kecil,” tegasnya.
Meski demikian, ia berharap proses penanganan dugaan kasus tersebut tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan dilakukan berdasarkan alat bukti serta fakta hukum yang valid.
Ia juga mengimbau mahasiswa yang merasa dirugikan untuk berani melapor melalui mekanisme resmi agar penanganan dapat dilakukan secara objektif dan terukur.
“Mahasiswa harus dilindungi. Bantuan pendidikan seharusnya membantu mereka menyelesaikan studi, bukan justru menjadi ruang penyalahgunaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, isu dugaan pemotongan dana KIP Kuliah menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan berbagai forum mahasiswa di NTB.
Penulis : Ak
Editor : Redaksi







