Membangun Masa Depan Rinjani: Integrasi Narasi Budaya dan Quality Tourism

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Daeng Sani Ferdiansyah

kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIH Pancor 

newsline.id – Gunung Rinjani tidak hanya dikenal sebagai ikon geologi dan wisata petualangan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang memuat memori panjang masyarakat Sasak. Dalam forum Indonesia’s Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesia Geopark Development yang digelar Bappenas di Jakarta (3/12/25), Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa masa depan Rinjani harus dibangun melalui integrasi dua kekuatan utama: narasi budaya dan pariwisata berkualitas (quality tourism).

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini tidak hanya relevan, tetapi juga membuka ruang diskusi akademik tentang bagaimana geopark dapat dikelola secara lebih manusiawi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Rinjani sebagai Ruang Budaya yang Belum Tergarap Secara Optimal

Gubernur menekankan keberadaan lebih dari sepuluh subkultur Sasak di sekitar Rinjani,, mulai wilayah tengah, utara, hingga timur yang masing-masing memiliki ekspresi budaya berbeda. Ini sejalan dengan pendekatan cultural landscape dalam studi pariwisata, yang melihat kawasan sebagai mosaik interaksi manusia dan alam. Narasi budaya ini adalah sumber daya yang belum dikelola secara maksimal.

Selama ini, representasi budaya Rinjani cenderung terjebak dalam pola seremonial dan festival. Padahal, tradisi konservasi air, mitologi Gunung Samalas, ritual oro-oro, cerita kosmologi lokal, hingga kearifan pengelolaan hutan adat memiliki potensi besar untuk diangkat sebagai narasi interpretatif yang memperkaya pengalaman wisatawan.

Dengan kata lain, Rinjani membutuhkan pendekatan kuratorial: narasi yang disusun berbasis riset antropologi dan sejarah lokal, bukan sekadar simbol budaya untuk kepentingan promosi.

Pelestarian sebagai Prinsip Utama Geopark

Dalam paparannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa esensi geopark adalah pelestarian yang mencakup budaya, lingkungan, dan ketahanan ekonomi masyarakat adat di sekitarnya. Prinsip ini senada dengan UNESCO Global Geopark Framework, yang menekankan konservasi sebagai payung utama.

Namun, tantangan Rinjani bukan pada minimnya perhatian, melainkan ketidakselarasan tata kelola. Investasi besar yang masuk ke kawasan penyangga Rinjani berisiko mengubah struktur sosial, memicu konflik kepemilikan lahan, dan menggeser kearifan lokal.

Dengan demikian, seruan Gubernur untuk menjaga hubungan masyarakat dengan lingkungan bukanlah sekadar retorika, melainkan kebutuhan yang mendesak. Hubungan ekologis masyarakat adat dengan hutan, sumber mata air, dan jalur pendakian adalah fondasi keberlanjutan Rinjani.

Quality Tourism: Arah Baru Pengembangan Wisata Rinjani Pergeseran dari mass tourism ke quality tourism adalah keputusan strategis.

Lombok merupakan pulau kecil dengan daya dukung ekologis terbatas. Setiap lonjakan jumlah kunjungan berpotensi meningkatkan kerusakan: sampah di jalur pendakian, tekanan terhadap satwa endemik, hingga krisis air di desa-desa penyangga.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa strategi pariwisata harus lebih berhati-hati. Konsep quality tourism dalam kajian pariwisata mencakup:

  1. Pembatasan jumlah kunjungan berdasarkan studi daya dukung ekologis.
  2. Peningkatan kualitas pengalaman wisata, bukan kuantitas kedatangan.
  3. Pemenuhan aspek edukasi dan interpretasi budaya-geologi.
  4. Pendapatan wisata yang lebih tinggi per wisatawan

Dengan model ini, wisatawan tidak hanya “melihat Rinjani”, tetapi belajar dari Rinjani.

Mengurai Hambatan Sosial dan Tata Kelola

Gubernur mengakui bahwa selama ini pendanaan besar dari berbagai pihak, termasuk NGO tidak selalu menghasilkan perubahan signifikan. Ini merupakan kritik penting. Fragmentasi kelembagaan, lemahnya koordinasi, dan ketergantungan pada proyek jangka pendek membuat banyak program berhenti sebelum berdampak.

Langkah pemerintah provinsi membentuk pendamping sosial adalah terobosan yang tepat. Pendamping tersebut bertugas:

  1.  Memetakan masalah-masalah sosial yang menghambat perubahan.
  2. Mengidentifikasi potensi lokal.
  3. Menghubungkan program konservasi dengan ekonomi masyarakat.
  4. Memperkuat kohesi sosial.

Namun, efektivitasnya ditentukan oleh konsistensi pendampingan dan dukungan kebijakan.

Detail Social Engineering Design:

Kerja Besar yang Menunggu Bukti
Gubernur juga menyampaikan pentingnya penyusunan Detail Social Engineering Design sebagai turunan sosial dari master plan geopark. Gagasan ini sangat progresif. Jika disusun berbasis riset ilmiah, dokumen ini dapat:

  1.  Mengenali titik rawan konflik.
  2.  Mengidentifikasi risiko sosial dari investasi besar.
  3. Merancang strategi pemberdayaan yang realistis, dan
  4. Memastikan bahwa masyarakat lokal tetap menjadi aktor utama.

Hal ini, menjadi pendekatan yang belum banyak dilakukan di geopark lain di Indonesia, sehingga bisa menjadi model nasional.

Menuju Rinjani yang Lebih Adil, Berkelanjutan, dan Memiliki Arah
Melalui forum Bappenas, Gubernur Iqbal telah meletakkan dasar pemikiran penting dalam pengembangan Rinjani. Meski gagasannya progresif, keberhasilan konsep ini bergantung pada:

  1. Kualitas riset.
  2. Kepemimpinan kebijakan.
  3. Kolaborasi lintas lembaga, dan
  4. Keberanian mengambil keputusan tidak populer, seperti pembatasan kunjungan.

Rinjani tidak hanya membutuhkan wisatawan, tapi ia membutuhkan wisatawan yang menghargai, bukan menguras dan masyarakat di sekeliling Rinjani tidak hanya membutuhkan manfaat ekonomi, karena mereka membutuhkan perlindungan terhadap ruang hidupnya.

Penutup

Membangun masa depan Rinjani adalah pekerjaan besar yang menuntut integrasi penuh antara narasi budaya dan quality tourism. Sebagaimana ditekankan Gubernur NTB, Rinjani memiliki cerita yang luar biasa, kita hanya perlu mengelolanya dengan sains, sensitivitas budaya, dan tata kelola yang lebih tegas.
Jika langkah-langkah ini berhasil dijalankan, Rinjani tidak hanya menjadi destinasi, tetapi karya kolektif antara manusia dan alam.

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur
GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu
Imbas Pengusutan Kejagung, GASAK NTB Desak Audit Program MBG di Lombok Timur
Target Tiga Besar, Bupati Haerul Warisin Lepas Kafilah MTQ XXXI NTB dengan Tambahan Dukungan Rp1 Miliar
Polda NTB Ungkap Jaringan Curanmor Antarprovinsi, Delapan Orang Diamankan
BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp950 Juta
Jaga Kebhinekaan di Era Media Sosial, Ini Pesan Sekda Lombok Timur untuk Pemuda
GASAK NTB Ingatkan Aksi PPS Tidak Ganggu Fasilitas Vital dan Aktivitas Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17 WITA

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:10 WITA

GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Senin, 8 Juni 2026 - 13:30 WITA

Imbas Pengusutan Kejagung, GASAK NTB Desak Audit Program MBG di Lombok Timur

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:26 WITA

Target Tiga Besar, Bupati Haerul Warisin Lepas Kafilah MTQ XXXI NTB dengan Tambahan Dukungan Rp1 Miliar

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:25 WITA

Polda NTB Ungkap Jaringan Curanmor Antarprovinsi, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru