Lombok Utara, newsline.id – Tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN PKM) Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor menggelar sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta sertifikasi halal di Dusun Sengaran, Desa Selelos, Sabtu (14/2).
Kegiatan yang mengusung tema “Entrepreneur Muda Bangkit: Membangun UMKM Kreatif, Inovatif, dan Berdaya Saing” tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Selelos, Kecamatan Gangga, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran dan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda desa.
Pelaksanaan kegiatan di kantor desa dinilai bukan sekadar pilihan lokasi administratif, melainkan simbol bahwa kebangkitan UMKM harus dimulai dari akar rumput. Desa diposisikan sebagai subjek utama transformasi ekonomi, dengan mendorong generasi muda untuk membaca dan mengolah potensi lokal, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, hingga produk berbasis sumber daya alam.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, narasumber Sazli Rais menegaskan bahwa UMKM kreatif tidak lahir dari ruang hampa, melainkan tumbuh dari keberanian mengolah tradisi menjadi produk bernilai tambah.
“Kreativitas adalah kemampuan mereinterpretasi potensi lokal agar relevan dengan kebutuhan pasar modern. Dengan cara ini, produk desa tidak lagi bersifat konvensional, tetapi memiliki diferensiasi dan identitas yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mendorong generasi muda Desa Selelos untuk membangun mentalitas produktif, beralih dari paradigma pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Transformasi tersebut, kata dia, menuntut penguasaan literasi digital, penguatan branding, serta pemahaman manajemen usaha yang berkelanjutan.
Selain kreativitas, isu inovasi dan daya saing turut menjadi fokus dalam sosialisasi tersebut. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi pasar, UMKM desa dihadapkan pada tantangan yang kompleks, namun sekaligus membuka peluang besar jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Forum ini menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha, pemanfaatan platform digital, serta penguatan legalitas melalui NIB dan sertifikasi halal sebagai jaminan kualitas produk. Dengan demikian, daya saing UMKM tidak hanya diukur dari kuantitas produksi, tetapi juga dari konsistensi kualitas, narasi merek, dan kemampuan membaca tren pasar.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat. Kantor Desa Selelos pada kesempatan tersebut bertransformasi menjadi ruang diskusi, tempat gagasan bertemu dengan realitas ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, tim KKN PKM IAI Hamzanwadi Pancor berharap tumbuhnya UMKM desa yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing dapat menjadi proses berkelanjutan. Dari Desa Selelos, pesan optimisme digelorakan bahwa masa depan ekonomi lokal akan sangat ditentukan oleh keberanian generasi muda untuk bangkit, berinovasi, dan tetap menjaga identitas lokal di tengah perubahan global. (Red.)









