Lombok Timur, ntb.newsline.id – Suasana haru menyelimuti kegiatan Tasyakur Penamatan dan Pelepasan Angkatan II siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Fathul Muin NW Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula Yayasan Pondok Pesantren Fathul Mu’in Annahdloh NW tersebut diikuti sebanyak 29 siswa Tahun Pelajaran 2025/2026.
Acara yang dikemas sederhana namun penuh makna itu berubah menjadi lautan haru ketika Kepala MTs. Fathul Muin NW, Buhari Muslim, menyampaikan sambutannya sambil meneteskan air mata.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia tampak kesulitan menahan emosinya saat mengenang perjuangan awal mendirikan madrasah yang kala itu belum memiliki gedung maupun izin operasional.
“Alhamdulillah madrasah kita sudah terakreditasi. Ini angkatan perdana yang kita tandatangani ijazah siswa secara mandiri. Tidak ada keraguan lagi bersekolah di MTs Fathul Muin NW Montong Tangi,” ujarnya dengan suara bergetar.
Suasana semakin khidmat saat tim paduan suara madrasah melantunkan Hymne Guru dan ketika salah satu siswi kelas IX, Oriza Satifa, menyampaikan pidato perpisahan.
Dengan suara tertahan karena haru, Oriza mengenang perjalanan dirinya bersama teman-temannya selama tiga tahun menimba ilmu di madrasah tersebut.
“Terima kasih atas ilmu dan kesabaran yang ditanamkan ke jiwa-jiwa siswamu yang terkadang nakal dan tidak patuh. Mohon maaf atas segala kekhilapan selama kami menuntut ilmu di MTs Fathul Muin NW Montong Tangi. Jasa-jasa kalian tidak akan kami lupakan sepanjang hidup kami,” ungkapnya sambil menangis.
Ia mengaku para guru telah mendidik mereka dengan penuh kesabaran dan ketulusan meski kerap menghadapi berbagai tingkah para siswa.
“Madrasah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi rumah kedua kami. Setiap sudutnya menjadi saksi perjuangan kami selama tiga tahun,” lanjutnya.
Dalam laporannya, Buhari Muslim juga mengenang masa awal pendirian madrasah pada tahun 2022 yang sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.
“Saat pertama menerima siswa baru, banyak yang mencibir karena kita belum punya gedung dan izin operasional. Tetapi hari ini kita mampu membuktikan bahwa madrasah ini terus berkembang,” katanya.
Ia menegaskan proses pembelajaran di MTs Fathul Muin NW berjalan aktif, baik dalam kegiatan intra maupun ekstrakurikuler, termasuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang terus dibangun di lingkungan madrasah.
Kepada para siswa yang tamat, Buhari Muslim berpesan agar tetap menjaga salat lima waktu, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua.
“Jaga nama baik almamater dan jangan pernah melupakan jasa guru-guru kalian,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Fathul Mu’in Annahdloh NW, Hasanah Efendi, mengaku bangga dan bahagia melihat perkembangan lembaga pendidikan yang dirintis bersama masyarakat.
“Hari ini adalah buah dari cinta kami kepada masyarakat. Ini tonggak sejarah menuju masa depan anak-anak kami,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh alumni agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, yayasan saat ini juga telah membuka Madrasah Aliyah sebagai kelanjutan pendidikan bagi para siswa.
“Silakan lanjutkan pendidikan di sini agar mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi,” ajaknya.
Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan dihadiri para guru, wali murid, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Fathul Mu’in Annahdloh NW Montong Tangi.
Editor : Redaksi







