NTB, newsline.id – Kepolisian Australia mengungkap identitas salah satu pelaku dalam tragedi penembakan di kawasan Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya.
Penyiar nasional Australia, ABC, melaporkan salah satu tersangka bernama Naveed Akram, pria asal wilayah pinggiran Bonnyrigg, tenggara Sydney. Informasi tersebut diperoleh dari seorang pejabat yang enggan disebutkan identitasnya.
Insiden penembakan terjadi saat perayaan komunitas Yahudi, Minggu (14/12), dan langsung mengundang kecaman luas dari berbagai pihak. Polisi menyebutkan terdapat dua pelaku dalam kejadian tersebut, dengan satu orang tewas di lokasi dan satu lainnya mengalami luka kritis serta masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga kini, aparat belum memastikan apakah Naveed Akram merupakan pelaku yang meninggal dunia atau yang selamat.
Pasca insiden, kepolisian melakukan penggeledahan di sebuah rumah yang diduga terkait dengan pelaku untuk mengamankan barang bukti serta mendalami kemungkinan keterkaitan dengan jaringan lain.
Kepolisian New South Wales (NSW) kemudian mengonfirmasi bahwa kedua pelaku penembakan merupakan ayah dan anak. Komisaris Polisi NSW, Mal Lanyon, mengatakan sang ayah berusia sekitar 50 tahun dan dinyatakan meninggal dunia, sedangkan anaknya yang berusia 24 tahun masih dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan ketat.
“Saya dapat memastikan bahwa kami tidak sedang memburu pelaku lain,” kata Lanyon dalam konferensi pers, Senin (15/12), dikutip AFP.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu penembakan paling mematikan di Australia dalam beberapa tahun terakhir. Lokasi kejadian yang berada di Pantai Bondi, destinasi wisata utama Sydney, menambah kejut publik dan wisatawan.
Polisi menyatakan penembakan itu sebagai aksi teror yang menyasar komunitas Yahudi. Menurut laporan AAP News, sedikitnya 12 orang tewas dan 29 lainnya luka-luka akibat tembakan.
Aparat langsung menutup kawasan Pantai Bondi dan mengerahkan pasukan darurat. Para korban luka dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Sydney untuk mendapatkan perawatan medis.
Pemerintah Australia mengecam keras serangan tersebut serta menyatakan solidaritas dan dukungan penuh kepada komunitas Yahudi yang terdampak.
Sementara itu, Perdana Menteri NSW, Chris Minns, menyebut penembakan terjadi saat warga menghadiri kegiatan Festival Yahudi Hanukkah.
“Serangan ini dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi Sydney pada hari pertama Hanukkah,” kata Minns.
Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap motif serangan dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan. Masyarakat diimbau menjauhi kawasan Pantai Bondi hingga proses investigasi dinyatakan selesai.
Penulis : R9







