Lombok Timur, ntb.newsline.id – Gerakan Advokasi Strategis Analisis Kebijakan Publik (GASAK) Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai banyak partai politik belum memberikan perhatian yang memadai terhadap para calon anggota legislatif (caleg) yang tidak berhasil memperoleh kursi pada Pemilu 2024.
Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik GASAK NTB, Anwar, mengatakan suara yang diperoleh para caleg yang tidak terpilih turut berkontribusi terhadap perolehan kursi partai di parlemen. Namun, menurutnya, setelah proses pemilu selesai, sebagian besar caleg tersebut tidak lagi mendapat perhatian dari partainya.
“Setelah kontestasi selesai, banyak partai hanya berfokus kepada caleg yang berhasil duduk di parlemen. Sementara caleg yang tidak terpilih beserta basis konstituennya seolah ditinggalkan. Menurut kami, hal ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap tata kelola internal partai,” ujar Anwar di Selong, Kamis (2/7/2026).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut GASAK NTB, terdapat beberapa persoalan yang perlu menjadi perhatian partai politik. Salah satunya adalah belum optimalnya pelaksanaan mekanisme kompensasi atau bentuk penghargaan kepada caleg yang memperoleh suara signifikan meskipun tidak terpilih.
Selain itu, GASAK juga menyoroti minimnya upaya partai dalam menjaga komunikasi politik dengan para caleg yang tidak terpilih beserta konstituen mereka. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat aspirasi masyarakat yang telah memberikan dukungan menjadi tidak terakomodasi.
Anwar menegaskan bahwa kursi legislatif yang diraih partai merupakan hasil akumulasi suara seluruh caleg dalam satu daerah pemilihan.
“Kontribusi seluruh caleg perlu dihargai karena mereka sama-sama bekerja membangun dukungan bagi partai. Tanpa akumulasi suara tersebut, belum tentu partai memperoleh kursi legislatif,” katanya.
GASAK NTB juga mengaku telah melakukan penelusuran terhadap sejumlah caleg yang tidak terpilih di beberapa partai politik. Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, kata Anwar, sebagian besar menyampaikan keluhan serupa terkait tidak adanya kompensasi sebagaimana yang mereka pahami menjadi kebijakan internal partai.
Selain itu, GASAK mengingatkan bahwa partai politik juga memperoleh bantuan keuangan dari pemerintah melalui dana bantuan politik yang besarannya dihitung berdasarkan perolehan suara sah partai.
Atas dasar itu, GASAK NTB mendesak pimpinan partai politik, baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk di Kabupaten Lombok Timur, untuk mengevaluasi kebijakan internal terkait penghargaan terhadap caleg yang tidak terpilih.
“Kami berharap partai politik memiliki mekanisme yang transparan dan adil dalam menghargai kontribusi seluruh caleg sebagai bagian dari upaya menjaga demokrasi yang sehat dan beretika,” tutup Anwar.
Hingga berita ini diterbitkan, ntb.newsline.id masih berupaya memperoleh tanggapan dari partai-partai politik terkait pernyataan yang disampaikan GASAK NTB.
Penulis : Ak
Editor : Redaksi







