Selong, newsline.id — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum PC PMII Lombok Timur Yogi Setiawan mengatakan pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan penyebab kelangkaan tanpa diikuti solusi nyata di lapangan.
“Rakyat tidak butuh sekadar penjelasan, tetapi memastikan gas tersedia di dapur mereka dengan harga normal,” ujarnya dalam keterangan di Selong.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut menanggapi penjelasan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin yang sebelumnya menyebut kelangkaan LPG dipicu adanya oknum penimbun.
PMII menilai dugaan penimbunan harus dibuktikan melalui penegakan hukum yang tegas oleh pemerintah daerah bersama aparat terkait.
Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut juga meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi untuk memastikan distribusi LPG tetap berjalan normal di masyarakat.
“Jika benar ada penimbunan, harus ditindak tegas. Namun yang lebih penting adalah solusi, seperti operasi pasar, pengawasan distribusi, atau alternatif energi,” kata Yogi.
PMII juga menyoroti faktor eksternal yang dapat memengaruhi distribusi energi, termasuk dinamika global, namun menegaskan hal tersebut tidak boleh menjadi alasan pembiaran krisis di tingkat masyarakat.
Organisasi tersebut menyatakan akan terus mengawal persoalan kelangkaan LPG hingga distribusi kembali stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. (AK)
Editor : R9









