Pemkab Lombok Timur Datangkan Cabai dari Enrekang untuk Stabilkan Harga

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selong, newsline.id — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendatangkan cabai rawit merah dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebagai langkah intervensi untuk menstabilkan harga cabai yang melonjak di pasaran selama Ramadhan.

Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik mengatakan pasokan cabai tersebut tiba di Lombok melalui Terminal Kargo Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Jumat,(6/3).

Menurutnya, pengadaan cabai tersebut merupakan kerja sama bisnis (business to business/B to B) antara champion cabai di Lombok Timur dengan produsen cabai di Enrekang.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“B to B ini antara champion cabai yang ada di Enrekang dan yang ada di Lombok Timur. Kita bantu mendekatkan sekaligus membuat harga lebih murah dari harga yang sekarang,” ujarnya.

Ia menjelaskan cabai tersebut akan didistribusikan langsung kepada masyarakat melalui operasi pasar yang akan digelar di sejumlah titik.

“Besok silakan ikuti, kita akan melakukan operasi pasar, khususnya cabai di Pasar Pancor dan Taman Rinjani serta beberapa titik lainnya,” katanya.

Dalam operasi pasar tersebut, cabai rawit merah akan dijual dengan harga sekitar Rp75 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang saat ini berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram.

Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rinna Syawal menjelaskan tingginya harga cabai di berbagai wilayah Indonesia dipengaruhi oleh faktor cuaca, terutama curah hujan tinggi yang berdampak pada produksi.

Ia mengatakan Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melakukan fasilitasi distribusi cabai dari luar daerah dengan dukungan Badan Pangan Nasional.

“Kami dari Satgas Saber melakukan fasilitasi distribusi pangan yang difasilitasi Bapanas membawa cabai rawit merah dari Enrekang, Sulawesi Selatan, dimana biaya transportasinya difasilitasi oleh Bapanas sehingga harga bisa dibeli sama dengan harga asal cabai ini,” ujarnya.

Menurutnya, intervensi tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Untuk jangka panjang, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan produksi cabai lokal melalui kerja sama dengan petani setempat.

Hal itu mengingat Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Timur, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cabai di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital
Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik
GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu
Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun
Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang
Rotasi Jabatan untuk Kemajuan Daerah, Bupati Lotim Ajak Pejabat Kerja Bersama
Bupati Lombok Timur Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf MTQ NTB ke-31

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WITA

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17 WITA

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:57 WITA

DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:10 WITA

GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:43 WITA

Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun

Berita Terbaru