Guru di Jerowaru Protes Dugaan Buah Tak Layak Konsumsi pada Program MBG

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jerowaru, newsline.id — Seorang guru di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, menyampaikan protes terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paremas, Desa Paremas, terkait dugaan pendistribusian buah tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (17/1/).

Protes tersebut menjadi perhatian publik setelah video dan pernyataan guru itu beredar luas di media sosial. Dalam keterangannya, guru yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan menemukan sebagian buah yang dibagikan kepada siswa dalam kondisi busuk.

“Mohon maaf, hari ini anak-anak kami tidak bisa makan buahnya karena sebagian sudah busuk,” ujar guru tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meminta pengelola dapur MBG agar lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan bahan makanan sebelum disalurkan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

“Kalau saat memasukkan buah-buahan ada yang dirasa tidak layak dimakan, sebaiknya jangan dimasukkan. Memang mungkin tidak kelihatan dari luar, tapi bisa dirasakan mana buah yang busuk dan mana yang masih segar,” katanya.

Guru tersebut juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Namun, ia baru kali ini menyampaikan keberatan secara terbuka.

“Dari hari-hari sebelumnya sebenarnya sudah ada kejadian seperti ini, tapi baru kali ini saya komplain,” ujarnya.

Selain persoalan kualitas makanan, muncul pula informasi bahwa dapur MBG Paremas diduga menyalurkan makanan ke sekolah-sekolah dengan jarak melebihi ketentuan maksimal enam kilometer sebagaimana diatur dalam regulasi Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, pihak mitra MBG Paremas, Sahman, membantah adanya distribusi buah busuk kepada siswa. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa digeneralisasi.

“Itu tidak benar. Mungkin dari sekian banyak buah ada saja yang rusak, tapi satu buah rusak lalu diangkat ke media, menurut saya itu berlebihan. Kita ini manusia, kesalahan bisa saja terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi. (AK)

Editor : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Lotim Bacakan Amanat BPIP, Pancasila Harus Menjadi Ideologi yang Hidup
BPS dan Pemkab Lotim Perkuat SDM Pendataan Sensus Ekonomi 2026
Lombok Timur Kembali Raih WTP, Bupati Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih
Sekda Lotim Tutup TC MTQ XXXI NTB 2026, Optimisme Kafilah Menguat
Tasyakuran Penamatan MTs Fathul Muin NW Montong Tangi Dibanjiri Air Mata Haru
TMMD Ke-128 di Paok Lombok Resmi Ditutup, Danrem 162/WB Apresiasi Sinergi TNI dan Masyarakat
Pendapatan Tembus Rp2,9 Miliar, PD Agro Selaparang Diminta Perkuat Tata Kelola
Bupati Lombok Timur Hadiri Tasyakuran Penamatan Santri YPP Darul Iman Wattaqwa NW

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:03 WITA

Sekda Lotim Bacakan Amanat BPIP, Pancasila Harus Menjadi Ideologi yang Hidup

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:16 WITA

BPS dan Pemkab Lotim Perkuat SDM Pendataan Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:10 WITA

Lombok Timur Kembali Raih WTP, Bupati Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih

Senin, 25 Mei 2026 - 18:47 WITA

Sekda Lotim Tutup TC MTQ XXXI NTB 2026, Optimisme Kafilah Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:54 WITA

Tasyakuran Penamatan MTs Fathul Muin NW Montong Tangi Dibanjiri Air Mata Haru

Berita Terbaru