Dapur MBG Terkendala Administrasi, Pembayaran Bahan Baku ke Mitra Tertunda Puluhan Juta

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Timur, newsline.id — Pengelolaan administrasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Palapa Nusantara menuai sorotan setelah pembayaran bahan baku untuk operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan tertunda hingga puluhan juta rupiah.

Keterlambatan penyerahan laporan biaya bahan baku disebut menjadi penyebab pengajuan pembayaran ke sistem Badan Gizi Nasional (BGN) tidak dapat diproses pada akhir Desember 2025. Kondisi ini berdampak pada mitra pemasok (supplier) yang mengalami kesulitan dalam menjaga kelancaran operasional dapur.

“Itu terjadi di akhir Desember 2025 kemarin, untuk suplai menu empat hari dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 2.600 orang,” jelas Ketua Yayasan Palapa Nusantara, Moh. Fahri.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menduga persoalan tersebut dipicu kelalaian dalam penyusunan laporan administrasi oleh Kepala SPPG, sehingga pengajuan tidak sempat masuk sebelum sistem pembayaran BGN ditutup akhir tahun.

“Kami menduga hal itu disebabkan karena kelalaian dari KSPPG yang tidak teliti dan fokus dalam pengerjaan laporan administrasi,” lanjutnya.

Selain soal administrasi, pihak mitra juga menyoroti aspek pengawasan operasional dapur yang dinilai kurang maksimal. Fasilitas kerja bagi kepala dan staf dapur disebut telah disiapkan, namun pengendalian kegiatan relawan dinilai belum optimal.

“Padahal ruangan untuk kepala dan semua staf ahlinya sudah kami siapkan, tapi kepala dapurnya malah lebih sering keluar, sehingga kami tidak melihat adanya pengontrolan yang maksimal terhadap semua kegiatan relawan yang ada di dapur itu sendiri,” tambahnya.

Mitra berharap dilakukan evaluasi kepemimpinan di dapur MBG agar pengelolaan berjalan lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Palapa Nusantara, Windi Yahya, membenarkan adanya pengajuan pembayaran yang tidak dapat diproses karena sistem BGN telah ditutup saat laporan diajukan.

“Iya benar, kami mengakui kalau pengajuan laporan kami tidak bisa dibayarkan ke sistem BGN, dengan jumlah harga barang Rp85 juta,” ujar Windi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) untuk diteruskan ke pusat agar pembayaran tunggakan dapat segera diproses.

“Sudah kami laporkan ke Korwil dan pengajuannya sedang diproses. Insya Allah tunggakan itu pasti akan dibayar oleh BGN,” tutupnya. (AK)

Editor : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lombok Timur sosialisasikan penggunaan elpiji 3 kg kepada peternak ayam
Lapas Selong deklarasikan zero HALINAR wujudkan lingkungan bersih dan aman
Haerul Warisin ajak guru berperan aktif bangun Lombok Timur
Tiga Desa di Terara Dicanangkan sebagai Desa Cantik, Edwin Tekankan Pentingnya Data Akurat
Bupati Lombok Timur terima 209 mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Mataram
Pemkab Lombok Timur sebut panic buying picu kelangkaan LPG 3 kg
Pemprov NTB siapkan diorama Mandalika untuk pameran virtual ANRI 2026
Edwin tekankan sinergi pendidikan dan sosial dalam hadapi persoalan masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:07 WITA

Pemkab Lombok Timur sosialisasikan penggunaan elpiji 3 kg kepada peternak ayam

Kamis, 16 April 2026 - 20:36 WITA

Lapas Selong deklarasikan zero HALINAR wujudkan lingkungan bersih dan aman

Selasa, 14 April 2026 - 18:03 WITA

Tiga Desa di Terara Dicanangkan sebagai Desa Cantik, Edwin Tekankan Pentingnya Data Akurat

Senin, 13 April 2026 - 14:42 WITA

Bupati Lombok Timur terima 209 mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Mataram

Senin, 13 April 2026 - 14:32 WITA

Pemkab Lombok Timur sebut panic buying picu kelangkaan LPG 3 kg

Berita Terbaru

Mataram

Musrenbang NTB fokus penurunan kemiskinan dan penguatan SDM

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:45 WITA

Pemerintahan

Gubernur Iqbal tekankan peran strategis pers dalam kebijakan publik

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:29 WITA