Lombok Timur, newsline.id — Pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, membantah isu yang menyebutkan adanya pembagian kurma rusak dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat.
Pihak dapur menegaskan informasi yang beredar di salah satu media daring tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Mitra dapur SPPG Ketapang Raya Ardan Fahriza mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan dari pihak sekolah terkait kualitas kurma yang dibagikan kepada para penerima manfaat.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Apa yang disampaikan dalam media online itu kurang tepat. Sebelum berita itu naik, kami sudah memastikan ke semua sekolah agar segera melaporkan jika ada ditemukan kesalahan pada menu yang kami sajikan, namun tidak ada pihak sekolah yang menyampaikan keluhan seperti yang diberitakan,” ujarnya.
Ia menambahkan pihak dapur sejak awal membuka ruang bagi sekolah maupun penerima manfaat untuk menyampaikan kritik atau keluhan apabila ditemukan menu yang tidak layak.
“Dari awal kami selalu menyampaikan kepada semua penerima manfaat bahwa pihak dapur siap menerima kritik dan mengganti apabila menu yang disajikan benar-benar tidak sesuai atau rusak,” kata Ardan.
Terkait proses pengembalian wadah makanan (tobeng), pihak dapur juga menegaskan bahwa mekanisme tersebut telah mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, juknis tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh sekolah yang menjadi penerima program MBG lengkap dengan penjelasan mengenai prosedur yang harus diikuti.
“Juknis tersebut sudah disampaikan kepada setiap sekolah, lengkap dengan penjelasan prosedurnya. Sampai saat ini juga belum ada sekolah yang menyampaikan keberatan terhadap pelaksanaan juknis tersebut,” ujarnya.
Pihak dapur SPPG Ketapang Raya menyatakan siap memberikan penjelasan secara terbuka kepada pihak terkait apabila diperlukan guna memastikan seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kalaupun nantinya ada yang datang untuk meminta keterangan, kami dari pihak dapur siap menerima,” katanya. (AK)
Editor : R9









