Selong, newsline.id — Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menerima 209 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Poltekkes Kemenkes Mataram yang akan melaksanakan pengabdian di sejumlah desa, Senin (13/4).
Program KKN tahun ini mengusung tema sinergi strategis dengan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penanganan stunting, peningkatan imunisasi, serta penguatan upaya promotif dan skrining penyakit berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Lombok Timur sebagai lokasi KKN.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini adalah kenyataan yang akan kita hadapi. Menghadapi masyarakat yang paham tentu berbeda dengan menghadapi mereka yang belum paham,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran mahasiswa yang akan turun langsung ke masyarakat desa menjadi peluang penting untuk memperkuat pendekatan personal dan pendataan kesehatan secara langsung.
Bupati juga menekankan bahwa KKN merupakan fase transisi penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kondisi nyata di lapangan.
Selain itu, ia mengungkapkan pemerintah daerah saat ini tengah fokus pada percepatan target zero stunting serta penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Upaya tersebut didukung dengan peningkatan fasilitas layanan kesehatan, termasuk pengembangan rumah sakit dan penyediaan sarana prasarana medis.
Namun demikian, ia mengakui tantangan terbesar masih pada ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan.
“Pemerintah mampu membangun gedung dan membeli alat, tetapi SDM berkualitas tidak bisa dibeli secara instan,” katanya.
Bupati juga berpesan agar para mahasiswa aktif melakukan edukasi dengan turun langsung ke rumah warga, memberikan pemahaman terkait pola hidup sehat serta melakukan pendataan yang akurat.
Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Mataram Ni Putu Karunia Ekayani mengatakan KKN merupakan agenda tahunan yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman pengabdian masyarakat secara langsung.
Ia menjelaskan, tahun ini program KKN mengusung konsep interprofessional collaboration dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan.
“Mahasiswa harus menjaga nama baik kampus dengan mengedepankan sopan santun, etika, dan menghormati kearifan lokal,” ujarnya.
Sebanyak 209 mahasiswa tersebut akan disebar di tiga kecamatan dan 20 desa di Lombok Timur untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. (AK)
Editor : R9









