Lombok Utara, newsline.id — Polres Lombok Utara menata ruang tunggu pelayanan SIM dan SKCK menjadi pojok literasi melalui peresmian pojok baca dan perpustakaan digital hasil kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Selasa (27/1).
“Selama ini ruang tunggu identik dengan tempat menanti. Sekarang kami ingin mengubahnya menjadi ruang yang memberi nilai tambah—masyarakat bisa membaca, anak-anak bisa bermain edukatif, dan waktu tunggu tidak lagi terasa sia-sia,” kata Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta.
Ia menilai pembenahan ruang pelayanan tidak hanya menyangkut estetika, tetapi juga pengalaman psikologis masyarakat saat berurusan dengan institusi negara.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelayanan yang baik bukan hanya cepat, tetapi juga menenangkan dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Utara Rusdianto mengatakan pojok baca di lingkungan Polres menjadi strategi memperluas jangkauan literasi ke ruang publik yang strategis.
“Kita harus menjemput pembaca, bukan menunggu mereka datang ke perpustakaan. Kantor pelayanan publik seperti Polres adalah titik temu masyarakat yang sangat strategis,” katanya.
Menurutnya, tantangan literasi semakin besar di tengah dominasi gawai dan konten instan, sehingga pendekatan yang dilakukan adalah mengintegrasikan literasi dengan ruang aktivitas warga.
“Perpustakaan hari ini tidak bisa hanya menjadi gudang buku. Ia harus hadir di tengah aktivitas warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Lombok Utara AKP Agus Rahman menyatakan fasilitas tersebut ditempatkan di ruang tunggu agar dapat langsung diakses masyarakat.
“Kami mewakili Kapolres Lombok Utara menyampaikan terima kasih atas dukungan ini. Ini sangat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat,” katanya.
Program tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan satu unit televisi 32 inci, satu unit komputer, dan satu rak buku dari Pemerintah Daerah Lombok Utara. (AK)
Editor : R9









