Peternak ayam di Lotim keluhkan gas nonsubsidi langka, pemda minta data kebutuhan riil

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selong, newsline.id — Peternak ayam broiler di Kabupaten Lombok Timur mengeluhkan kelangkaan elpiji nonsubsidi di tengah kebijakan peralihan dari gas 3 kilogram, sehingga berpotensi mengganggu operasional kandang.

Keluhan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan perusahaan mitra dan perwakilan peternak, yang dipimpin Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, Senin.

Dalam forum itu, peternak menilai persoalan utama bukan pada kebijakan peralihan, melainkan ketersediaan gas di lapangan yang masih terbatas.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tabung gas 12 kg sangat langka karena berebut dengan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis),” ujar perwakilan peternak.

Menanggapi hal itu, Haerul meminta persoalan tersebut tidak memicu kepanikan dan harus dicarikan solusi berbasis data.

“Kita selalu mencari solusi, mencari benang merah dari masalah yang kusut. Jangan sampai isu yang menyebar membuat semua panik,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, akan mendata jumlah kandang serta menghitung kebutuhan riil elpiji nonsubsidi guna mengusulkan penambahan pasokan.

Selain isu energi, kualitas Day Old Chick (DOC) juga menjadi sorotan. Sejumlah peternak mengaku menerima DOC dengan bobot di bawah standar, sementara perusahaan mitra menilai persoalan lebih banyak disebabkan oleh manajemen kandang.

Perwakilan perusahaan menyebut kualitas DOC yang disalurkan telah sesuai standar, dan menekankan pentingnya pengaturan suhu kandang serta manajemen pemeliharaan.

Di sisi lain, perusahaan mitra menyatakan tidak menolak penggunaan elpiji nonsubsidi, namun meminta kepastian pasokan serta fleksibilitas bagi peternak kecil selama masa transisi.

Pemerintah daerah juga membuka opsi alternatif penghangat kandang, termasuk penggunaan kompor berbahan oli bekas yang akan diuji efektivitasnya.

Rapat tersebut menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan antara kebijakan subsidi energi dan keberlanjutan usaha peternak, terutama dalam masa transisi yang membutuhkan kepastian pasokan dan pendampingan teknis.

Pemkab Lombok Timur menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan para pihak untuk memantau implementasi kebijakan tersebut di lapangan.(AK)

Editor : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital
Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik
GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu
Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun
Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang
Rotasi Jabatan untuk Kemajuan Daerah, Bupati Lotim Ajak Pejabat Kerja Bersama
Bupati Lombok Timur Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf MTQ NTB ke-31

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WITA

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17 WITA

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:57 WITA

DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:10 WITA

GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:43 WITA

Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun

Berita Terbaru