Pelantikan malam hari 10 pejabat eselon II di Bima disorot, bupati sebut bukan keputusan spontan

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bima, newsline.id — Pelantikan 10 pejabat eselon II oleh Bupati Bima Ady Mahyudi pada Sabtu malam memicu sorotan publik, terutama terkait waktu pelaksanaan yang dinilai tidak lazim.

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima pukul 20.00 WITA itu merupakan bagian dari hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) 2026, Sabtu, (18/4).

Di tengah polemik yang muncul, Bupati menegaskan penjadwalan tersebut telah melalui proses panjang, bukan keputusan mendadak.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelantikan ini bukan keputusan spontan. Ini hasil dari proses seleksi yang objektif, transparan, dan terukur, dengan mempertimbangkan kebutuhan riil organisasi,” ujarnya.

Isu waktu pelantikan menjadi perhatian, namun Bupati menilai perdebatan tersebut berpotensi mengaburkan substansi kebijakan, yakni penempatan pejabat sesuai kebutuhan organisasi.

“Yang patut diuji bukan kapan pelantikan ini dilaksanakan, tetapi apakah kita telah menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar polemik tidak berhenti pada aspek simbolik semata.

“Jangan sampai energi kita habis pada hal-hal simbolis, sementara hal-hal substantif kita abaikan,” ucapnya.

Pelantikan tersebut dilakukan terhadap 10 dari total 14 posisi yang dilelang. Sejumlah posisi strategis diisi, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan, Bappeda dan Litbang, hingga Dinas Pariwisata.

Ady menyebut proses seleksi telah mengikuti ketentuan yang berlaku dan mengacu pada prinsip meritokrasi. Namun, di tengah sorotan publik, pelantikan malam hari ini tetap menjadi catatan terkait praktik transparansi dan sensitivitas waktu dalam pengambilan keputusan birokrasi.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari upaya penataan organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik. (Red)

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS
127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan
Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan
Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna
Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat
Silaturahmi dengan Anggota DPR RI, Ketua Umum API NTB Soroti Kesederhanaan Nanang Samodra dan Kedekatan dengan Masyarakat
Pemkab Lombok Timur Targetkan 501.104 KK dalam Pendataan Perlinsos, Percepatan Satu Data Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:20 WITA

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS

Senin, 7 September 2026 - 16:48 WITA

127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:44 WITA

Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WITA

Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna

Berita Terbaru