NTB dorong pencegahan kekerasan perempuan dan anak, akui kasus masih tinggi di sejumlah wilayah

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, newsline.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penguatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kolaborasi lintas sektor, di tengah masih tingginya kasus di sejumlah wilayah.

Dorongan itu mengemuka dalam Seminar Nasional Kampanye Anti Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak yang digelar Pusat Studi Gender dan Anak UIN Mataram, Sabtu, (18/4), dengan menghadirkan Arifatul Choiri Fauzi serta Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi langkah Pemprov NTB yang dinilai mulai mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam penanganan kekerasan berbasis gender.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kita tidak bermaksud untuk menutup-nutupi. Ini adalah persoalan nyata yang membutuhkan gerakan bersama dari kita semua,” kata Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.

Ia menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa dan Bima, sehingga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kita mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Dengan keluarga yang baik dan bahagia, kita akan melahirkan anak-anak dengan mental yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti perlunya pergeseran pendekatan dari saling menyalahkan menuju aksi konkret di lapangan.

“Jika kita terus saling menyalahkan, tidak akan ada solusi. Mari berhenti saling menyalahkan dan mulai bergerak,” ucapnya.

Pemprov NTB juga mendorong lembaga pendidikan baik sekolah umum, madrasah, maupun pondok pesantren untuk menjadikan isu perlindungan perempuan dan anak sebagai agenda prioritas yang diterapkan secara konsisten.

Seminar tersebut merupakan bagian dari kampanye nasional peningkatan kesadaran publik terhadap kekerasan seksual, dengan penekanan bahwa keamanan merupakan hak dasar yang harus dijamin negara, bukan sekadar harapan.(Red)

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS
127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan
Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan
KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara
Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Sekda Lotim Buka Jeruk Manis Festival IV, Apresiasi Kemandirian Desa dan Warisan Adat Kayu Jejeneng
Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna
Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:20 WITA

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS

Senin, 7 September 2026 - 16:48 WITA

127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:38 WITA

KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:44 WITA

Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Berita Terbaru