Mataram, newsline.id — Kegiatan halalbihalal Rukun Keluarga Bima (RKB) di Mataram dinilai tidak cukup berhenti sebagai ajang seremonial, tetapi perlu diperkuat sebagai ruang konsolidasi dan kerja nyata komunitas dalam menjawab persoalan sosial.
Acara yang digelar di Auditorium UIN Mataram, Minggu, (19/4), dihadiri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri bersama pengurus dan anggota komunitas.
Dalam sambutannya, Indah menekankan pentingnya peran kolektif masyarakat dalam membangun daerah.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang lebih baik, dari kita, oleh kita, dan untuk kita semua,” ujarnya.
Di sisi lain, kegiatan komunitas berbasis kedaerahan seperti RKB dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak solidaritas sosial, terutama di tengah masyarakat urban yang kian heterogen. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada keberlanjutan program, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Indah juga menyinggung pentingnya konsistensi kerja pengurus agar kegiatan tidak berhenti pada momentum simbolik.
“Saya mengapresiasi kerja keras para pengurus yang tanpa lelah terus berkoordinasi, bahkan sejak pagi hingga malam hari,” katanya.
Selain itu, isu pembinaan generasi muda menjadi sorotan, terutama dalam penguatan karakter dan nilai keagamaan di tengah arus perubahan sosial.
“Kita semua memiliki harapan besar agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an,” ucapnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa komunitas lokal masih menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kohesi sosial. Namun, tantangannya adalah bagaimana mengubah forum kebersamaan seperti halalbihalal menjadi platform yang produktif dan berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat. (Red)









