Mataram, newsline.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar rapat koordinasi (rakor) inflasi menjelang Ramadhan guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Rakor yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Mataram, Rabu, tersebut membahas ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang meningkatnya permintaan pada bulan puasa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah NTB Lalu Muhamad Faozal mengatakan secara umum ketersediaan bahan pangan di NTB dalam kondisi aman. Namun, pemerintah mencermati adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai rawit.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi kondisi cuaca, keterbatasan panen, distribusi ke luar daerah, serta meningkatnya permintaan menjelang puasa,” ujarnya.
Ia menyebut Gubernur NTB bersama Satuan Tugas Pangan Daerah sebelumnya telah turun langsung ke pasar untuk memantau kondisi riil harga dan pasokan komoditas strategis.
“Langkah ini untuk memastikan kondisi di lapangan, termasuk memantau harga dan pasokan,” katanya.
Menurut Faozal, Pemprov NTB bersama para pemangku kepentingan terus melakukan langkah konkret, antara lain dengan memasifkan sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) serta menggelar gerakan pangan murah di berbagai wilayah.
“Ini sebagai upaya intervensi pasar agar masyarakat tetap tenang dan dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan khusyuk,” ujarnya.
Selain melalui rakor, pemerintah daerah juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan guna memastikan ketersediaan barang serta mengantisipasi lonjakan harga agar tetap dalam batas keterjangkauan masyarakat.
Ia juga mendorong masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan serta mengutamakan produk lokal. Pemerintah, kata dia, berharap para pedagang menjaga kejujuran, kualitas barang, dan stabilitas harga.
Faozal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian inflasi daerah menjelang Ramadhan. (AK)









