Selong, newsline.id – Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penerapan prinsip rekrutmen yang bertanggung jawab dengan tanpa biaya melalui jalur resmi dan terlindungi secara hukum, Kamis (4/12).
“Pemerintah Daerah berharap agar Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja melalui jalur resmi dan mendapat perlindungan. Tujuannya untuk menjamin serta menjaga keamanan dan keselamatan PMI kita,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Edwin saat membuka Sosialisasi Praktik Rekrutmen Bertanggung Jawab dan Tanpa Biaya yang diadakan Felda Global Ventures One Stop Center (FGV OSC) Lombok – PT Bumi Agro Nusantara.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai tata cara rekrutmen yang benar menjadi fondasi utama dalam mencegah risiko eksploitasi terhadap pekerja migran.
Kesiapan tenaga kerja, menurutnya, juga penting menghadapi bonus demografi 2040 dan visi Indonesia Emas 2045 yang membuka peluang lebih luas bagi pekerja Indonesia di kancah global.
“Angkatan kerja PMI tidak hanya terbuka ke Malaysia, tetapi juga ke Taiwan, Jepang, dan negara lainnya, tentu dengan meningkatkan skill. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan daerah, termasuk pemberdayaan PMI purna,” tambahnya.
Ia turut meminta para camat dan lurah untuk menyampaikan kembali informasi terkait perlindungan PMI ini kepada masyarakat sehingga calon pekerja dapat terhindar dari praktik percaloan dan jalur nonprosedural.
Sementara itu, Head of FGV OSC Lombok, Sudarman Bin Sudirman, memaparkan bahwa sosialisasi tersebut merupakan wujud kerja sama antara Pemkab Lombok Timur dan holding berhard Malaysia melalui FGV OSC Lombok – PT Bumi Agro Nusantara. Program ini secara khusus difokuskan untuk memperkuat perlindungan PMI sejak tahap awal rekrutmen.
“Langkah ini dilakukan untuk perlindungan dan pencegahan eksploitasi, serta memastikan proses rekrutmen PMI tanpa biaya tambahan (Zero Cost),” tegas Sudarman.
Ia menuturkan bahwa layanan terpadu yang disediakan meliputi seleksi, verifikasi dokumen, orientasi, hingga pra-keberangkatan, semuanya dijalankan dengan standar etika dan transparansi demi menjamin keselamatan serta hak-hak pekerja migran.
Penulis : R9









