NTB, newsline.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah terpencil di kawasan perbatasan Alaska, Amerika Serikat, dan Teritori Yukon, Kanada, pada Sabtu waktu setempat. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, dan otoritas menyebut belum terdapat laporan mengenai kerusakan serius maupun korban jiwa, Minggu, (7/12).
Sersan Calista MacLeod dari Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mengatakan pihaknya menerima dua panggilan darurat dari warga Whitehorse yang merasakan guncangan. “Gempanya benar-benar terasa di beberapa titik,” ujar MacLeod. “Banyak warga membagikan laporan di media sosial.”
Seismolog Natural Resources Canada, Alison Bird, menuturkan bahwa area yang paling terdampak berada di wilayah pegunungan Yukon yang berpenduduk jarang. “Sebagian besar laporan yang masuk hanyalah barang-barang jatuh dari rak atau dinding,” kata Bird. “Belum ada tanda-tanda kerusakan struktural.”
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, US Geological Survey (USGS) melaporkan gempa berpusat sekitar 230 mil (370 kilometer) barat laut Juneau, Alaska, serta 155 mil (250 kilometer) sebelah barat Whitehorse, Yukon, dengan kedalaman sekitar 6 mil (10 kilometer). Guncangan kuat juga memicu sejumlah gempa susulan.
Komunitas terdekat dari episentrum adalah Haines Junction, sekitar 80 mil (128 kilometer) dari lokasi gempa. Biro Statistik Yukon mencatat populasi daerah tersebut pada Maret 2025 sebanyak 1.049 jiwa. Sementara di Alaska, komunitas terdekat adalah Yakutat, yang berjarak sekitar 56 mil (90 kilometer) dengan jumlah penduduk 662 orang.
Hingga saat ini, pemerintah di Alaska maupun Yukon masih melakukan pemantauan lanjutan di sekitar wilayah episentrum. Otoritas mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan meskipun sebagian besar diperkirakan berintensitas kecil.
Belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun gangguan layanan publik, dan evaluasi dampak terus dilakukan oleh lembaga setempat.
Penulis : R9









