Mataram, newsline.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di kawasan lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora yang menjadi sentra produksi pangan daerah.
Juru bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan langkah tersebut disusun berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
“Ada lima langkah yang disiapkan, mulai dari penguatan peringatan dini hingga kesiapan evakuasi dan logistik,” kata Ahsanul di Mataram, Kamis (22/1).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan penguatan sistem peringatan dini dilakukan dengan mempercepat penyebaran informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah hingga tingkat desa agar masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bersama BPBD NTB melakukan pemetaan titik rawan banjir bandang, longsor, dan luapan sungai, termasuk jalur vital yang berpotensi terdampak.
Pemprov NTB juga menaruh perhatian pada sektor pertanian di lereng Rinjani dan Tambora dengan mendorong penyesuaian jadwal tanam, perbaikan sistem drainase lahan, serta pendampingan teknis kepada petani untuk mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca.
“Kawasan ini merupakan sentra pangan, sehingga perlindungan sektor pertanian menjadi prioritas,” ujarnya.
Pada aspek kesiapan darurat, pemerintah daerah memastikan ketersediaan logistik dasar dan kesiapan personel apabila diperlukan evakuasi warga di wilayah rawan bencana.
Masyarakat yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, dan wilayah dengan riwayat longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem.









