Selong, newsline.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, dengan menjadikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 sebagai ajang utama pemetaan kekuatan atlet serta simulasi kesiapan daerah sebagai tuan rumah.
Ketua KONI Lombok Timur, Haerul Warisin menyampaikan bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) baru akan kembali digelar setelah 2028, karena fokus pembinaan saat ini diarahkan untuk mendukung target NTB pada PON mendatang. Ia berharap atlet-atlet di Lombok Timur terus berkembang sehingga mampu berkontribusi untuk prestasi daerah.
“Semoga kita semua diberi kesehatan untuk membina olahraga agar Lombok Timur bisa maju, bangkit, dan berperan dalam pencapaian NTB di PON 2028,” ujarnya, Ahad, (16/11).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua KONI NTB, Mori Hanafi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan kebanggaannya atas dilantiknya pengurus baru KONI Lombok Timur. Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet di kabupaten/kota menjadi faktor penentu kekuatan NTB saat tampil sebagai tuan rumah PON 2028. “Selamat bekerja. Kita harus bersinergi membangun prestasi karena atlet NTB selalu berangkat dari daerah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa KONI NTB telah melakukan pembahasan internal terkait Porprov 2026 dan rangkaian persiapan PON 2028. Meskipun kondisi fiskal nasional tengah menantang akibat pengurangan dana transfer pusat, ia tetap optimistis Porprov 2026 dapat berjalan optimal dan menjadi dasar seleksi atlet. “Hasil Porprov akan menjadi acuan utama dalam mempersiapkan atlet menjelang PON 2028, mengingat waktu persiapan cukup singkat,” ujarnya.
NTB pada PON 2028 menargetkan masuk lima besar nasional dengan mengincar perolehan 60 medali emas. Pencapaian terbaik NTB sebelumnya diraih pada PON Papua 2021 dengan menempati peringkat sembilan.
Untuk memenuhi target tersebut, Porprov 2026 akan didesain berbeda. Ajang ini akan mempertandingkan 51 cabang olahraga dan menerapkan konsep tuan rumah bersama NTB–NTT. Beberapa cabang olahraga akan didorong digelar di kabupaten/kota agar seluruh daerah ikut merasakan atmosfer penyelenggaraan multi-event, sekaligus melatih kesiapan panitia lokal.
“Tujuannya agar euforianya lebih luas dan kabupaten/kota bisa belajar langsung dari proses penyelenggaraan, termasuk Lombok Timur yang akan menjadi tuan rumah untuk beberapa cabor,” tutupnya.
Penulis : R9
Sumber Berita: Prokopim Lotim







