Korban Diduga Keracunan MBG di Pringgasela Bertambah Jadi 51 Orang, Polda NTB Lakukan Pendalaman

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Timur, ntb.newsline.id — Jumlah korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pringgasela, Lombok Timur, terus bertambah. Hingga Sabtu (25/4/2026) pagi, total korban tercatat mencapai 51 orang.

Aparat kepolisian dari Polsek Pringgasela bersama unit Intelkam turun langsung ke Puskesmas Pengadangan untuk memantau kondisi para korban serta memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, mengatakan pihak kepolisian memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut sejak laporan pertama diterima. “Anggota langsung melakukan monitoring ke fasilitas kesehatan, mendata korban, serta memastikan seluruh siswa dan warga terdampak mendapatkan penanganan cepat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data sementara menunjukkan, terdapat tambahan 16 korban pada Sabtu pagi. Sebagian besar telah menjalani observasi medis dan diperbolehkan pulang, sementara tujuh orang masih menjalani perawatan intensif.

Korban yang masih dirawat terdiri dari lima siswa, satu warga umum, serta satu wali murid dalam kondisi hamil. Mereka saat ini masih berada di Puskesmas Pengadangan untuk pemantauan lanjutan.

Para korban diketahui mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG di wilayah Jurit Baru.
S

elain memastikan penanganan medis, polisi juga mulai melakukan penelusuran terhadap proses distribusi makanan, termasuk tahapan penyajian dan pihak yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG. “Kami bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti, termasuk mengecek proses distribusi makanan,” kata Kholid.

Program MBG sendiri merupakan upaya pemenuhan gizi bagi pelajar. Namun insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa, seiring bertambahnya jumlah korban dalam waktu singkat.

Saat ini, situasi di lokasi penanganan terpantau kondusif. Aparat kepolisian, tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta keluarga korban terus berkoordinasi sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : Ak

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital
Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik
GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu
Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun
Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang
Rotasi Jabatan untuk Kemajuan Daerah, Bupati Lotim Ajak Pejabat Kerja Bersama
Bupati Lombok Timur Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf MTQ NTB ke-31
Korban dugaan keracunan MBG di Pringgasela Lombok Timur bertambah jadi 51 orang. Polisi telusuri sumber makanan dan penanganan terus dilakukan.

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WITA

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17 WITA

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:57 WITA

DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:10 WITA

GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:43 WITA

Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun

Berita Terbaru