Mataram, newsline.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wahyudin, mengatakan bahwa kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada November 2025 menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani di daerah tersebut, Senin, (1/12).
“Kenaikan NTP sebesar 1,61 persen pada November 2025 menunjukkan bahwa daya beli petani tetap terjaga bahkan membaik,” ujar Wahyudin di Mataram.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan NTP didorong oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,59 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru mengalami penurunan tipis. Menurut dia, kondisi ini menguntungkan petani karena pendapatan meningkat ketika beban biaya konsumsi dan produksi relatif stabil.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Indeks yang diterima petani naik cukup signifikan pada beberapa subsektor, terutama hortikultura yang tumbuh lebih dari delapan persen. Kondisi ini sangat memengaruhi kenaikan NTP secara keseluruhan,” katanya.
Wahyudin juga menambahkan bahwa seluruh subsektor pertanian di NTB masih berada di atas angka 100 yang menunjukkan kuatnya ketahanan ekonomi rumah tangga petani.
“Semua subsektor memiliki NTP di atas 100. Artinya, kemampuan daya beli petani di NTB secara umum berada dalam kategori baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa NTB menjadi provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi kedua secara nasional.
“Dalam rilis nasional, NTB berada pada posisi kedua tertinggi setelah Bali. Ini menunjukkan bahwa performa pertanian NTB tetap solid di tengah dinamika harga pangan maupun biaya produksi,” kata Wahyudin.
Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan melalui peningkatan produktivitas, stabilitas harga komoditas, dan dukungan kebijakan bagi petani.
Penulis : R9







