Investasi Saham di Indonesia Kembali Menarik Perhatian, Namun Dihadang Tantangan Likuiditas

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selong, newsline.id – Sentimen positif kembali muncul di pasar modal Indonesia setelah beberapa waktu mengalami perlambatan. Sejumlah investor besar mulai menunjukkan minat baru untuk menanamkan modal, meski tantangan struktural seperti rendahnya likuiditas masih menjadi sorotan utama.

 

Chief Investment Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir, menyatakan pihaknya melihat peluang yang menjanjikan di pasar ekuitas Indonesia, namun menilai masih ada hambatan yang perlu dibenahi.

 

“Rata-rata nilai transaksi harian hanya sekitar 1 miliar dolar AS, padahal idealnya berada di kisaran 5–8 miliar dolar,” ujarnya, Jumat, (7/11).

 

Berdasarkan data analisis dari sejumlah platform riset, indeks utama pasar saham Indonesia dalam 12 bulan terakhir mencatat kenaikan sekitar 18 persen, dengan rasio price-to-earnings (PE) berada di level *23,7 kali lebih tinggi dari rata-rata tiga tahun sebelumnya yang sekitar 19,3 kali.

 

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menyatakan telah menyiapkan stimulus fiskal senilai Rp200 triliun atau sekitar 12 miliar dolar AS guna memperkuat pertumbuhan ekonomi dan mendorong kepercayaan investor.

 

Langkah tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi sektor investasi, khususnya bagi investor jangka menengah dan panjang yang mencari potensi pertumbuhan di tengah situasi global yang fluktuatif.

 

Namun, tantangan masih membayangi, terutama pada likuiditas pasar yang dinilai belum memadai untuk menarik arus modal besar, serta risiko valuasi tinggi yang dapat memicu koreksi apabila pertumbuhan laba emiten tidak sesuai harapan.

 

Secara makroekonomi, Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Kendati demikian, pengamat menilai dinamika kebijakan, pergerakan nilai tukar, serta sentimen global perlu terus diwaspadai karena dapat memengaruhi arus investasi dalam waktu dekat.

 

Dengan potensi dan risiko yang saling beriringan, pasar saham Indonesia kini berada pada titik penentuan apakah momentum positif ini dapat terus dijaga, atau justru melambat akibat tekanan fundamental dan faktor eksternal.

Penulis : Kane (AM)

Editor : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Fondasi Ideologi dan Militansi, DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Gelar Pembaiatan WAPA 1
Polda NTB Amankan BBM Pertalite 1,7 Ton di Lombok Timur, Mobil Pengangkut Ikut Disita
Bangun Kesadaran Hidup Sehat, Pemkab Lotim Bersama YJI Dorong Pencegahan Penyakit Jantung
GMNI Lotim Pertanyakan Masa Jabatan Plt Dirut PDAM yang Dinilai Melebihi Ketentuan
21 Pejabat Pemkab Lombok Timur Dilantik, Bupati Tekankan Etika dan Pelayanan
Keberkahan Alam Sambelia, Bupati Lotim Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan
Bupati Lotim Serahkan Bantuan BAZNAS ke 60 Pedagang Pasar Tenten, Ingatkan Kebersihan
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Perkuat Fondasi Kader Lewat Pra Wahana Pengkaderan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:49 WITA

Perkuat Fondasi Ideologi dan Militansi, DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Gelar Pembaiatan WAPA 1

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WITA

Polda NTB Amankan BBM Pertalite 1,7 Ton di Lombok Timur, Mobil Pengangkut Ikut Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:13 WITA

Bangun Kesadaran Hidup Sehat, Pemkab Lotim Bersama YJI Dorong Pencegahan Penyakit Jantung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:25 WITA

GMNI Lotim Pertanyakan Masa Jabatan Plt Dirut PDAM yang Dinilai Melebihi Ketentuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:09 WITA

21 Pejabat Pemkab Lombok Timur Dilantik, Bupati Tekankan Etika dan Pelayanan

Berita Terbaru