ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selong, newsline.id – Sentimen positif kembali muncul di pasar modal Indonesia setelah beberapa waktu mengalami perlambatan. Sejumlah investor besar mulai menunjukkan minat baru untuk menanamkan modal, meski tantangan struktural seperti rendahnya likuiditas masih menjadi sorotan utama.
Chief Investment Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir, menyatakan pihaknya melihat peluang yang menjanjikan di pasar ekuitas Indonesia, namun menilai masih ada hambatan yang perlu dibenahi.
“Rata-rata nilai transaksi harian hanya sekitar 1 miliar dolar AS, padahal idealnya berada di kisaran 5–8 miliar dolar,” ujarnya, Jumat, (7/11).
Berdasarkan data analisis dari sejumlah platform riset, indeks utama pasar saham Indonesia dalam 12 bulan terakhir mencatat kenaikan sekitar 18 persen, dengan rasio price-to-earnings (PE) berada di level *23,7 kali lebih tinggi dari rata-rata tiga tahun sebelumnya yang sekitar 19,3 kali.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menyatakan telah menyiapkan stimulus fiskal senilai Rp200 triliun atau sekitar 12 miliar dolar AS guna memperkuat pertumbuhan ekonomi dan mendorong kepercayaan investor.
Langkah tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi sektor investasi, khususnya bagi investor jangka menengah dan panjang yang mencari potensi pertumbuhan di tengah situasi global yang fluktuatif.
Namun, tantangan masih membayangi, terutama pada likuiditas pasar yang dinilai belum memadai untuk menarik arus modal besar, serta risiko valuasi tinggi yang dapat memicu koreksi apabila pertumbuhan laba emiten tidak sesuai harapan.
Secara makroekonomi, Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Kendati demikian, pengamat menilai dinamika kebijakan, pergerakan nilai tukar, serta sentimen global perlu terus diwaspadai karena dapat memengaruhi arus investasi dalam waktu dekat.
Dengan potensi dan risiko yang saling beriringan, pasar saham Indonesia kini berada pada titik penentuan apakah momentum positif ini dapat terus dijaga, atau justru melambat akibat tekanan fundamental dan faktor eksternal.
Penulis : Kane (AM)
Editor : R9







