Mataram, newsline.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal memaparkan posisi NTB sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional sekaligus peluang kerja sama ekonomi kepada Menteri Pembangunan Internasional Kanada Randeep Singh Sarai dalam pertemuan bilateral di Mataram, Sabtu (10/1/2026).
“NTB memiliki basis produksi pangan yang kuat dan berkelanjutan, mulai dari padi, jagung, peternakan, hingga perikanan, yang terbuka untuk dikembangkan melalui kerja sama investasi dan hilirisasi,” kata Iqbal usai pertemuan.
Ia menjelaskan produksi padi di NTB mencapai lebih dari 1,4 juta ton gabah kering giling per tahun, sementara jagung menembus 2,4 juta ton. Di sektor peternakan, NTB mencatat produksi daging sapi sekitar 14 ribu ton pada 2025, dengan peluang pengembangan peternakan terintegrasi dan industri pengolahan hasil ternak.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Gubernur, sektor perikanan juga menjadi penopang ekonomi daerah, dengan produksi unggulan seperti udang vaname, rumput laut, tuna, dan cakalang. Keberadaan pelabuhan perikanan di sejumlah wilayah dinilai strategis untuk mendorong ekonomi biru dan peningkatan nilai tambah hasil laut.
Selain pangan, NTB juga menawarkan potensi energi terbarukan untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Wilayah seperti Huu, Sembalun, Sekotong, hingga Empang disebut memiliki potensi panas bumi dan energi angin yang dapat dikembangkan secara komersial.
Menteri Pembangunan Internasional Kanada Randeep Singh Sarai menyatakan ketertarikan untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang disampaikan, terutama pada sektor energi berkelanjutan, ketahanan iklim, serta penguatan ekonomi masyarakat.
“Bidang-bidang tersebut sejalan dengan prioritas kerja sama pembangunan Kanada di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Ia menambahkan Kanada telah menjalankan sejumlah program pembangunan di Indonesia dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas dengan daerah, termasuk NTB, melalui pendekatan ekonomi berkelanjutan dan inklusif.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi NTB, serta perwakilan lembaga keuangan daerah.









