Mataram, newsline.id — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong percepatan pembenahan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Airport) agar selaras dengan ambisi pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi sportainment dan lifestyle kelas dunia.
Dorongan itu disampaikan Iqbal saat menyoroti pengalaman penumpang, khususnya transit, yang dinilai perlu ditingkatkan melalui perbaikan fisik ruang tunggu serta modernisasi peralatan bagasi.
“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan yang transit merasa betah berlama-lama. Desain ruang tunggu perlu dipercantik dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern,” ujarnya, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga membuka peluang kerja sama layanan VIP Airport dengan pihak swasta untuk melayani investor dan delegasi internasional. Bahkan, satu unit mobil listrik disiapkan sebagai bagian dari layanan ramah lingkungan di area tersebut.
Di sisi lain, pembaruan Masterplan Mandalika 2026 memetakan pengembangan kawasan seluas sekitar 1.175 hektare dengan 66 persen area developable dan 34 persen non-developable. Ruang terbuka hijau publik disebut mencapai 19 persen dari total kawasan.
Distrik tematik seperti Kuta District, Circuit District, Marina West, West Lagoon, Golf Resort Community hingga Merese Sunset Hill District disiapkan dengan fasilitas mulai dari sirkuit internasional, kawasan MICE, hotel dan resort, marina, lapangan golf 27-hole, pusat budaya hingga Mandalika Central Park.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan penguatan bandara dan destinasi harus berjalan selaras agar manfaat ekonomi dan sosial dirasakan masyarakat.
“InJourney tidak hanya mengelola bandara, tetapi membangun ekosistem pariwisata terpadu dari hulu ke hilir,” katanya.
Menurutnya, InJourney mengelola 37 bandara dengan layanan lebih dari 156 juta penumpang per tahun serta mengembangkan destinasi prioritas seperti Mandalika, Nusa Dua, dan Golo Mori melalui enam pilar bisnis.
Manajemen Lombok Airport menyebut kapasitas terminal mencapai 7 juta penumpang per tahun, dengan fasilitas airside yang mampu melayani pesawat berbadan lebar hingga Boeing 777.
Sepanjang 2025, pergerakan penumpang dan pesawat disebut telah melampaui 80 persen dibanding periode prapandemi, sementara kargo tumbuh lebih dari 130 persen, didorong e-commerce, logistik event internasional, dan komoditas perikanan.
Dari sisi rute, bandara melayani 15 rute domestik, rute internasional ke Singapura dan Malaysia, serta rencana pembukaan rute ke Darwin, Australia pada Summer 2026.
Investasi landside dan airside lebih dari Rp130 miliar juga digelontorkan untuk peningkatan keamanan, kenyamanan, dan estetika terminal, termasuk penguatan identitas budaya NTB melalui konsep “Dress Up NTB” dan ikon Mayung Lombok.
Ke depan, kawasan bandara dan Selaparang Area diproyeksikan menjadi pusat kreatif, sportainment, logistik, dan UMKM untuk membangun ekosistem bandara terpadu yang berkelanjutan.









