Selong, newsline.id – Perekonomian Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menunjukkan tren positif meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama pada sektor pertanian yang masih menjadi penopang utama struktur ekonomi daerah, Jum’at, (7/11).
Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan II 2025 mencapai 3,87 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sedikit menurun dibanding Triwulan I 2025 yang tercatat 5,45 persen, karena sebagian besar sektor pertanian belum memasuki masa panen.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BPS Lombok Timur, dalam keterangan tertulisnya, menyebutkan bahwa sektor primer terdiri dari pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi struktur ekonomi daerah dengan kontribusi sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten.
Pemerintah daerah optimistis pertumbuhan akan kembali meningkat pada Triwulan III 2025 seiring dengan datangnya musim panen tembakau, yang menjadi salah satu komoditas unggulan setempat.
Dorongan Kebijakan dan Program Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi Selaparang.
Program ini diarahkan untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.
Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong transformasi ekonomi digital, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, melalui penguatan infrastruktur jalan, irigasi, serta jaringan komunikasi yang mendukung aktivitas ekonomi berbasis teknologi.
Tantangan dan Isu Sosial-Ekonomi
Meski tumbuh positif, Lombok Timur masih dihadapkan pada tantangan besar, terutama ketergantungan terhadap sektor pertanian dan tingginya angka kemiskinan ekstrem.
Data terbaru menunjukkan sekitar 15 ribu kepala keluarga atau 46 ribu jiwa masih masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem pada semester pertama 2025.
Selain itu, peningkatan ekonomi digital dan pengembangan komoditas unggulan dinilai membutuhkan waktu serta investasi jangka menengah, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses teknologi, dan perluasan jaringan pemasaran.
Prospek dan Arah Pembangunan Ekonomi
Dengan struktur ekonomi yang masih berorientasi pada sektor primer, upaya diversifikasi menuju sektor jasa, industri kreatif, dan digital diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang Lombok Timur.
Program pemberdayaan kawasan transmigrasi Selaparang dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan lokal dan pemerataan ekonomi wilayah. Jika panen tembakau berlangsung sesuai harapan, maka pertumbuhan ekonomi menuju kisaran 5 persen dapat tercapai, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan menggerakkan sektor UMKM daerah.
Penutup
Kabupaten Lombok Timur kini berada pada fase transisi ekonomi penting: pertumbuhan tetap terjaga, namun tantangan struktural seperti ketergantungan pertanian dan pengentasan kemiskinan ekstrem masih perlu diatasi.
Kebijakan transformasi digital dan pengembangan transmigrasi menjadi sinyal arah pembangunan baru yang berpotensi menjadikan Lombok Timur sebagai lokomotif ekonomi di Nusa Tenggara Barat.
Penulis : Axl Kane (AM)
Editor : R9







