Dinas Peternakan Lotim Gelar Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing, Antisipasi Lonjakan Gigitan dan Ancaman Rabies

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Timur, ntb.newsline.id — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur menggelar Workshop Kegiatan Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing sebagai upaya memperkuat pencegahan rabies serta menekan angka gigitan anjing yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, dengan fokus pada pengendalian populasi anjing liar, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem penanganan kasus gigitan.

Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa kasus gigitan anjing di Lombok Timur menunjukkan tren peningkatan signifikan, terutama dalam periode 2025 hingga 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, beberapa wilayah bahkan mencatat lebih dari 100 kasus dalam dua tahun terakhir, dengan zona utara dan barat sebagai wilayah dengan tingkat kejadian tinggi.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan kasus ini dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya pertumbuhan populasi anjing yang tidak terkendali, keterbatasan ketersediaan makanan, serta periode musim reproduksi yang berlangsung antara April hingga Oktober.

Kondisi tersebut memicu meningkatnya agresivitas anjing, terutama anjing liar yang memiliki karakter teritorial dan sensitif terhadap gangguan di sekitarnya. Selain itu, mayoritas korban gigitan dilaporkan berasal dari kalangan anak-anak, sehingga diperlukan langkah edukasi sejak dini.

Meski demikian, Lombok Timur hingga saat ini masih berstatus bebas rabies. Namun, posisi geografis yang berdekatan dengan wilayah endemis seperti Pulau Sumbawa dan Bali menjadi tantangan tersendiri.

“Laut menjadi penghalang alami yang menjaga Lombok Timur tetap aman. Namun kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ungkap salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Secara medis, tidak semua kasus gigitan anjing berkaitan dengan rabies. Beberapa kejadian bahkan disebabkan oleh luka serius di area vital yang berujung pada pendarahan hebat. Namun demikian, rabies tetap menjadi ancaman serius karena bersifat fatal apabila virus telah mencapai sistem saraf pusat.

Melalui workshop ini, Dinas Peternakan menekankan pentingnya pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi kepada masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar, hingga pengendalian populasi anjing melalui program sterilisasi dan vaksinasi.

Selain itu, upaya surveillance atau pemantauan juga akan ditingkatkan, termasuk pengambilan sampel untuk mendeteksi potensi penyebaran rabies di wilayah tertentu.

Ke depan, pemerintah daerah juga mendorong pembentukan tim khusus penanganan rabies yang terdiri dari dokter hewan, paramedis, serta petugas lapangan guna memperkuat respons cepat di masyarakat.

Namun demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan kesulitan dalam menangani anjing liar di lapangan.

Di sisi lain, penanganan kasus gigitan anjing juga kerap memicu perbedaan pandangan antara masyarakat dan kelompok pecinta hewan, terutama terkait tindakan terhadap anjing yang dianggap berbahaya.

Oleh karena itu, pendekatan berbasis edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta penanganan ilmiah diharapkan menjadi solusi yang seimbang dalam menjaga kesehatan masyarakat tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan hewan.

Penulis : Ak

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Silaturahmi dengan Kepala Lingkungan, Bupati Lotim Bahas BPJS hingga Penataan Kota
Lantik 87 Pj Kepala Desa, Bupati Lotim Tekankan Amanah dan Kepedulian terhadap Rakyat
BAZNAS Lombok Timur Gencar Sosialisasi Kurban, Bidik Kontribusi Maksimal untuk Target Nasional Rp130 Miliar
Kelola Sampah Modern, Pemda Lombok Timur Perjuangkan Program Hibah Bank Dunia
Lapas Selong Tegaskan Komitmen Bersih dari HP Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Baznas Lombok Timur Cetak Sejarah, Petani Penerima Zakat Kini Jadi Pembayar Zakat
Wujudkan Hilirisasi dan Desa Berdaya, Pemda Lotim Gandeng Bulog serta Disperin NTB Perkuat Ekonomi Daerah
Pemda Lotim Gandeng BAZNAS Salurkan Bantuan untuk Pedagang Korban Kebakaran Pringgabaya
Workshop Rabies Digelar di Lotim, Kasus Gigitan Anjing Meningkat

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:17 WITA

Silaturahmi dengan Kepala Lingkungan, Bupati Lotim Bahas BPJS hingga Penataan Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:10 WITA

Lantik 87 Pj Kepala Desa, Bupati Lotim Tekankan Amanah dan Kepedulian terhadap Rakyat

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:33 WITA

BAZNAS Lombok Timur Gencar Sosialisasi Kurban, Bidik Kontribusi Maksimal untuk Target Nasional Rp130 Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 15:03 WITA

Kelola Sampah Modern, Pemda Lombok Timur Perjuangkan Program Hibah Bank Dunia

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WITA

Lapas Selong Tegaskan Komitmen Bersih dari HP Ilegal, Narkoba, dan Penipuan

Berita Terbaru

Ekonomi Pembangunan

Kelola Sampah Modern, Pemda Lombok Timur Perjuangkan Program Hibah Bank Dunia

Senin, 11 Mei 2026 - 15:03 WITA