BKN Wajibkan ASN dan PPPK Aktifkan ASN Digital sebagai Identitas Tunggal Kepegawaian

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), untuk mengaktifkan akun ASN Digital sebagai identitas tunggal kepegawaian nasional.

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa ASN Digital akan menjadi pintu utama seluruh layanan kepegawaian yang terintegrasi secara nasional dan mulai diterapkan penuh pada 2026. Melalui kebijakan ini, berbagai sistem kepegawaian yang sebelumnya terpisah akan digantikan oleh satu platform terpusat.

“ASN Digital bukan sekadar aplikasi baru, tetapi identitas resmi ASN untuk mengakses seluruh layanan kepegawaian nasional,” demikian keterangan BKN dalam penjelasan resminya.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

BKN menyatakan bahwa ASN yang tidak mengaktifkan akun ASN Digital berisiko mengalami kendala administratif serius. Tanpa akun aktif, ASN tidak dapat mengakses layanan kepegawaian seperti MyASN, SIASN, serta layanan berbasis data kepegawaian lainnya.

Adapun dampak yang berpotensi dialami ASN antara lain terhambatnya proses kenaikan pangkat dan gaji berkala, kesulitan pembaruan dan validasi data kepegawaian, hingga risiko tidak tercatatnya hak dan kewajiban ASN dalam sistem nasional.

Sebagai bagian dari penguatan keamanan data, BKN juga menerapkan sistem Multi-Factor Authentication (MFA) pada ASN Digital. Sistem ini mengharuskan pengguna melakukan verifikasi tambahan selain kata sandi, guna mencegah penyalahgunaan akun dan kebocoran data kepegawaian.

“MFA diterapkan untuk memastikan hanya pemilik akun yang sah yang dapat mengakses data kepegawaian,” jelas BKN.

Untuk mengaktifkan MFA, ASN diminta menyiapkan aplikasi autentikator seperti Google Authenticator pada perangkat pribadi. Proses aktivasi dilakukan dengan masuk ke laman resmi (https://asndigital.bkn.go.id), memilih menu aktivasi MFA, memindai kode QR, serta memasukkan kode OTP yang dihasilkan aplikasi.

Setelah MFA aktif, setiap proses masuk ke ASN Digital akan selalu memerlukan kode OTP yang bersifat sementara. Mekanisme ini menjadi lapisan keamanan tambahan dalam sistem kepegawaian digital nasional.

BKN mengakui masih terdapat kendala teknis yang dialami sebagian ASN, seperti lupa kata sandi, kode OTP tidak muncul, atau kegagalan sinkronisasi aplikasi autentikator. Untuk mengatasi hal tersebut, ASN diminta memastikan pengaturan waktu pada perangkat telah sinkron dan dapat mengajukan pemulihan akun melalui unit kepegawaian instansi masing-masing.

Seiring ASN Digital ditetapkan sebagai identitas tunggal dan akses utama layanan kepegawaian nasional, BKN mengimbau seluruh ASN dan PPPK segera mengaktifkan akun beserta MFA.

Kepatuhan terhadap kebijakan ini dinilai krusial untuk menjamin kelancaran administrasi kepegawaian sekaligus melindungi data pribadi ASN di era transformasi digital.

Penulis : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS
127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan
Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan
Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna
Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat
Silaturahmi dengan Anggota DPR RI, Ketua Umum API NTB Soroti Kesederhanaan Nanang Samodra dan Kedekatan dengan Masyarakat
Pemkab Lombok Timur Targetkan 501.104 KK dalam Pendataan Perlinsos, Percepatan Satu Data Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:20 WITA

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS

Senin, 7 September 2026 - 16:48 WITA

127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:44 WITA

Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WITA

Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna

Berita Terbaru