Mataram, newsline.id — Luas panen jagung pipilan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025 tercatat sebesar 173,09 ribu hektare. Angka tersebut mengalami penurunan 0,39 persen dibandingkan tahun 2024.
Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 juga menurun. Total produksi tercatat mencapai 1,18 juta ton atau turun 2,86 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Memasuki awal 2026, potensi panen jagung pipilan kering pada periode Januari hingga Maret diperkirakan cukup besar. Luas panen pada periode tersebut diproyeksikan mencapai 80,93 ribu hektare dengan potensi produksi sebesar 0,56 juta ton.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Data tersebut dirilis oleh BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Berita Resmi Statistik (BRS). BPS menyebutkan, dinamika produksi jagung dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi iklim, pola tanam, serta produktivitas lahan.
Informasi dan analisis lengkap terkait perkembangan luas panen dan produksi jagung di NTB dapat diakses masyarakat melalui Berita Resmi Statistik yang dipublikasikan secara berkala oleh BPS NTB.







