Jakarta, newsline.id — Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa dalam upacara kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11). Pada kesempatan itu, Presiden menyerahkan surat keputusan secara langsung kepada ahli waris para penerima.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa penetapan sepuluh nama tersebut melalui proses berjenjang dimulai dari usulan masyarakat di tingkat kabupaten/kota, kajian tim peneliti daerah yang melibatkan akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan gubernur, lalu diajukan ke tim peneliti dan pengkaji gelar tingkat pusat di bawah koordinasi Kementerian Sosial.
“Total ada 49 nama yang diajukan — 40 baru dan 9 merupakan carry over. Dewan Gelar memprioritaskan 24 nama, dan Presiden memilih 10 yang ditetapkan hari ini,” kata Fadli usai upacara.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Fadli menegaskan bahwa semua tokoh yang dianugerahi telah memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia berharap keteladanan para pahlawan menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus.
“Jasa-jasa mereka nyata, telah melalui proses kajian panjang, bahkan diseminarkan dan dibukukan,” ujar dia.
Terkait penetapan Jenderal Besar (Purn) H. M. Soeharto, Fadli mengatakan keputusan itu didasarkan pada kajian jasa sejarah yang meliputi keterlibatan dalam Serangan Umum 1 Maret, pertempuran Ambarawa, pertempuran lima hari di Semarang, peran dalam Operasi Mandala perebutan Irian Barat, serta kontribusi dalam program pembangunan lima tahunan dan upaya pengentasan kemiskinan.
Berikut daftar 10 tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025:
1. K.H. Abdurrahman Wahid — tokoh (Jawa Timur), bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam.
2. Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto — tokoh (Jawa Tengah), bidang perjuangan bersenjata dan politik.
3. Marsinah — tokoh (Jawa Timur), bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja — tokoh (Jawa Barat), bidang perjuangan hukum dan politik.
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah — tokoh (Sumatera Barat), bidang perjuangan pendidikan Islam.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo — tokoh (Jawa Tengah), bidang perjuangan bersenjata.
7. Sultan Muhammad Salahuddin — tokoh (Nusa Tenggara Barat), bidang perjuangan pendidikan dan diplomasi.
8. Syaikhona Muhammad Kholil — tokoh (Jawa Timur), bidang perjuangan pendidikan Islam.
9. Tuan Rondahaim Saragih — tokoh (Sumatera Utara), bidang perjuangan bersenjata.
10. Zainal Abidin Syah — tokoh (Maluku Utara), bidang perjuangan politik dan diplomasi.
Pemerintah berharap penganugerahan ini mengokohkan nilai-nilai pengabdian dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Penulis : R9







