Pemprov NTB Dorong Sinergi Pasar Murah dan Inovasi Kampus untuk Ketahanan Pangan

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, newsline.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan melalui sinergi pasar murah, pengawasan harga, kerja sama regional, serta penerapan inovasi teknologi pangan hasil riset kampus, untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi masyarakat, Forum Bincang Kamisan ke-17 digelar di Command Center Kantor Gubernur NTB, Kamis (13/11),.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Aidy Furqan, menyatakan fokus pemerintah provinsi tertuju pada tiga aspek pokok: ketersediaan, keterjangkauan, dan pola konsumsi pangan masyarakat.

“Kami terus menjaga akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga wajar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Aidy, pelaksanaan GPM akan berlangsung di berbagai wilayah hingga akhir tahun sebagai upaya menekan inflasi dan membantu kelompok berpenghasilan rendah. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan melakukan pemantauan harian terhadap 12 komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, minyak goreng, dan telur untuk memastikan pasokan tetap stabil.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan NTB, Endang Sri Wahyuni, menyampaikan langkah stabilisasi harga meliputi operasi pasar murah, kerja sama antar daerah, dan pemantauan harga melalui aplikasi SP2KP milik Kementerian Perdagangan.

“Kami berupaya menyeimbangkan kepentingan masyarakat dan pelaku usaha; barang dijual di bawah harga pasar agar terjangkau, namun pelaku usaha tetap memperoleh margin,” jelasnya.

Endang menambahkan bahwa NTB tengah menjajaki kerja sama perdagangan regional dengan Kalimantan Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat pasokan komoditas seperti beras, jagung, dan sapi. Pemerintah provinsi juga mengeluarkan surat edaran mendorong aparatur sipil negara beralih dari LPG tiga kilogram ke LPG 5,5 kilogram agar subsidi energi lebih tepat sasaran.

Dekan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram, Dr. Ir. Satrijo Saloko, menekankan peran inovasi kampus dalam ketahanan pangan berkelanjutan.

“Kami ingin hasil riset kampus dapat diterapkan langsung di lapangan melalui desa binaan dan kemitraan dengan dinas terkait. Diversifikasi pangan lokal dan gerakan hemat pangan menjadi kunci kemandirian NTB,” ujarnya.

Satrijo menjelaskan bahwa fakultas tengah mengembangkan pertanian cerdas (smart farming) dan sistem plant factory untuk mengurangi ketergantungan produksi pada musim. Selain itu, NTB memiliki potensi pengembangan rumput laut, ayam kampung unggul, dan produk olahan lokal yang dapat menjadi keunggulan komparatif serta memperkuat citra pangan NTB di tingkat nasional.

“Membahas stabilitas harga dan ketahanan pangan berarti membicarakan hajat hidup orang banyak. NTB berpeluang menjadi lumbung pangan nasional apabila sinergi antar-pemangku kepentingan terus diperkuat,” tutup Satrijo.

Penulis : R9

Editor : Redaksi newsline NTB

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat
Pemkab Lombok Timur Targetkan 501.104 KK dalam Pendataan Perlinsos, Percepatan Satu Data Indonesia
Bupati Lombok Timur Paparkan Capaian Ekonomi 7,93 Persen di Virtual Assessment TPAKD Award 2026
Bupati Lotim Sampaikan Usulan Daerah ke BNPB, Soroti Kekeringan dan Infrastruktur Rusak di Daerah
Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang
Enam Pejabat Pemkab Lotim Ikuti PKN II, Wabup Lotim Hadiri Pembukaan
Polda NTB Ungkap Jaringan Curanmor Antarprovinsi, Delapan Orang Diamankan
BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp950 Juta

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:34 WITA

Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:28 WITA

Pemkab Lombok Timur Targetkan 501.104 KK dalam Pendataan Perlinsos, Percepatan Satu Data Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:22 WITA

Bupati Lombok Timur Paparkan Capaian Ekonomi 7,93 Persen di Virtual Assessment TPAKD Award 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:48 WITA

Bupati Lotim Sampaikan Usulan Daerah ke BNPB, Soroti Kekeringan dan Infrastruktur Rusak di Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:25 WITA

Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang

Berita Terbaru