Mataram, newsline.id – Perayaan Natal Bersama Musyawarah Kerja Sama Antar Gereja (MKAG) 2025 digelar di Mataram, di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (29/12) malam.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, selain kekayaan alam, NTB memiliki aset penting lain yang sering terlupakan, yakni kerukunan dalam keberagaman.
“Kota Ampenan menjadi contoh nyata, di mana berbagai suku dan etnis seperti Banjar, Melayu, Bali, Arab, dan Tionghoa hidup berdampingan secara damai selama ratusan tahun,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, perayaan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTB sebelumnya menjadi simbol persatuan masyarakat dari berbagai latar belakang. Kegiatan itu mencakup tasyakuran di Kampus IPDN Lombok Tengah dan NTB Bermunajat di Kantor Gubernur NTB.
Iqbal menutup sambutannya dengan harapan agar semangat kebersamaan dan solidaritas antar umat beragama tetap terjaga.
Ia mengutip penyair Sutardji Calzoum Bachri,
“Yang tertusuk padamu berdarah padaku, yang menyakitimu juga menyakitiku,” sebagai simbol pentingnya persaudaraan.







