Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Staff Desa di Tanjung Luar, Pelaku Terancam Proses Hukum

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Luar, newsline.id — Penanganan kasus dugaan penganiayaan di wilayah hukum Polsek Keruak memasuki tahap mediasi. Kepolisian menyebut seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar operasional, sembari menunggu keputusan dari pihak korban terkait kelanjutan proses.

Kanit Reskrim Polsek Keruak, IPDA M. Pahrurrozi, mengatakan agenda mediasi telah dijadwalkan sebagai upaya mencari titik temu para pihak sebelum dilaporkan ke pimpinan untuk langkah berikutnya.

“Alhamdulillah semua sudah dijalankan sesuai SOP dan sudah diagendakan untuk mediasinya di tingkat bawah. Semoga bisa ketemu kesepakatannya, baru kita ajukan ke pimpinan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, proses selanjutnya sangat bergantung pada sikap korban. “Kita sekarang menunggu keputusan dari korban,” katanya.

Menurut Pahrurrozi, keterangan saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut sejauh ini tidak memberatkan pihak terlapor. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman. “Saksi yang melihat tidak memberatkan terlapor. Ini masih kami dalami, semoga ada titik temunya. Nanti bisa kita jelaskan lebih rinci di kantor,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Tanjung Luar, Saiful Rahman, menyatakan tidak menyaksikan langsung peristiwa yang dilaporkan. Namun, orang tua korban sempat mendatanginya setelah kejadian.

“Saya sebagai atasannya telah memanggil yang bersangkutan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegas Saiful. Ia juga menyebut telah memberikan surat peringatan (SP2) kepada oknum staf desa tersebut.

Sementara itu, korban berinisial HMA (31) memaparkan kronologi kejadian yang dialaminya. Ia mengaku mengalami pemukulan di bagian wajah dan punggung sekitar pukul 12.50 Wita saat sedang berbincang di teras rumah bersama terlapor.

“Tiba-tiba dia menarik kerah baju saya,” ujarnya.

Korban menyebut sempat diseret dan diminta pulang. Namun setelah tiba di rumah, terlapor disebut kembali mendatangi rumahnya dan menggedor pintu.

Tidak berhenti di situ, beberapa menit kemudian terlapor kembali mendatangi rumah korban untuk menantang kembali. Aksi tersebut kembali dilerai oleh mertua korban, Ahmad (60). Dalam proses peleraian itu, mertua korban mengalami luka gores pada bagian siku lengan.

“Saya melaporkan kejadian itu dua hari setelahnya ke Polsek,” katanya. Ia juga mengaku hingga kini belum menerima permintaan maaf dari terlapor.

Dalam perkara ini, terlapor berinisial M (31) dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, sebagaimana tercatat dalam laporan polisi tertanggal 19 Januari 2026. (AK)

Editor : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Fondasi Ideologi dan Militansi, DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Gelar Pembaiatan WAPA 1
Polda NTB Amankan BBM Pertalite 1,7 Ton di Lombok Timur, Mobil Pengangkut Ikut Disita
Bangun Kesadaran Hidup Sehat, Pemkab Lotim Bersama YJI Dorong Pencegahan Penyakit Jantung
GMNI Lotim Pertanyakan Masa Jabatan Plt Dirut PDAM yang Dinilai Melebihi Ketentuan
21 Pejabat Pemkab Lombok Timur Dilantik, Bupati Tekankan Etika dan Pelayanan
Keberkahan Alam Sambelia, Bupati Lotim Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan
Bupati Lotim Serahkan Bantuan BAZNAS ke 60 Pedagang Pasar Tenten, Ingatkan Kebersihan
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Perkuat Fondasi Kader Lewat Pra Wahana Pengkaderan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:49 WITA

Perkuat Fondasi Ideologi dan Militansi, DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Gelar Pembaiatan WAPA 1

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WITA

Polda NTB Amankan BBM Pertalite 1,7 Ton di Lombok Timur, Mobil Pengangkut Ikut Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:13 WITA

Bangun Kesadaran Hidup Sehat, Pemkab Lotim Bersama YJI Dorong Pencegahan Penyakit Jantung

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:25 WITA

GMNI Lotim Pertanyakan Masa Jabatan Plt Dirut PDAM yang Dinilai Melebihi Ketentuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:09 WITA

21 Pejabat Pemkab Lombok Timur Dilantik, Bupati Tekankan Etika dan Pelayanan

Berita Terbaru