Aceh, newsline.id – Dua gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Kamis siang hingga sore dengan salah satu gempa utama berkekuatan magnitudo 6,3 yang dirasakan luas hingga Malaysia, sementara BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,Sinabang, Aceh, Kamis (27/11).
Gempa utama terjadi pukul 11.56 WIB dengan magnitudo 6,3 pada koordinat 2,61 derajat Lintang Utara dan 95,83 derajat Bujur Timur atau sekitar 1 kilometer arah selatan Simeulue, Aceh, pada kedalaman 14 kilometer. Hingga pukul 13.00 WIB, BMKG mencatat enam gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 4,8.
“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam akun X resminya. Pada sore hari, gempa lain dengan magnitudo 3,9 kembali terjadi pukul 15.07.12 WIB dengan pusat gempa di 2,33 derajat Lintang Utara dan 95,81 derajat Bujur Timur atau 63 kilometer barat daya Sinabang pada kedalaman 10 kilometer. BMKG menambahkan, “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa magnitudo 6,3 tersebut dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya. Ia menegaskan kejadian tersebut termasuk gempa megathrust. “Ini event megathrust banget. Karena lokasi episenternya dan bentuk patahannya yang naik (thrusting),” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa zona megathrust membentang dari barat Sumatra hingga selatan Jawa, Sumba, dan Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, gempa megathrust tidak selalu berkekuatan besar. “Gempa 2,0 sampai 3,0 bisa disebut gempa megathrust kalau pusatnya di bidang kontak antarlempeng. Puluhan gempa megathrust terjadi tiap hari,” katanya.
Guncangan gempa dirasakan kuat di Simeulue dengan intensitas IV MMI, sementara Aceh Selatan merasakan intensitas III–IV MMI. Getaran juga dirasakan di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, dan Singkil dengan intensitas III MMI. Sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, dan Lhokseumawe merasakan intensitas II–III MMI, sedangkan Medan dan Silangit merasakan intensitas II MMI.
Di Malaysia, Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menyampaikan bahwa getaran turut dirasakan di kawasan pantai barat Semenanjung Malaysia. “Getaran terasa di sekitar wilayah pantai barat Peninsular Malaysia,” ujar MetMalaysia setelah mencatat magnitudo 6,5 pada pukul 12.56 waktu setempat. Lembaga tersebut memastikan tidak ada potensi tsunami dan tidak terdapat laporan kerusakan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak, sambil terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Simeulue.







