Mataram, newsline.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal meninjau lokasi banjir rob yang merusak permukiman warga di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Kamis (22/1), setelah gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir pada malam hari.
Kepala Lingkungan Bugis Suherman mengatakan gelombang tinggi terjadi sejak pukul 20.00 hingga 01.00 Wita dengan ketinggian diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter, lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya.
“Malam-malam kami berjaga. Gelombangnya besar sekali dan menghantam permukiman warga,” kata Suherman.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan sedikitnya enam rumah warga mengalami kerusakan parah, dengan tiga rumah dilaporkan hanyut dan tiga lainnya rusak berat hingga tidak dapat ditempati.
“Tiga rumah sudah hanyut, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak tetapi masih bisa digunakan terbatas,” ujarnya.
Warga terdampak berharap adanya kepastian penanganan, terutama terkait tempat evakuasi. Rencana relokasi ke rumah susun disebut masih terkendala keterbatasan kapasitas.
Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan tenda darurat sebagai penanganan sementara bagi warga terdampak sambil menunggu solusi lanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, Iqbal berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kondisi di lapangan sekaligus menekankan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan di lokasi, antara lain BPBD Kota Mataram, BPBD NTB, Dinas Sosial, Baznas, serta unsur TNI dan Polri.
Warga diimbau tetap waspada menyusul prakiraan cuaca hujan disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.









