Jakarta, newsline.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan sebanyak 23 warga meninggal dunia, 12 orang hilang, dan empat lainnya luka-luka akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat. Hingga Jumat, tercatat 3.900 kepala keluarga (KK) mengungsi dari wilayah terdampak.
“Daerah yang terdampak paling parah adalah Kota Solok dan Padang,” kata Suharyanto di Jakarta, Jumat. Ia menyebutkan, dari total pengungsi tersebut, sekitar 3.208 KK berada di Padang Pariaman, sementara sekitar 600 KK mengungsi di Kota Solok.
Suharyanto menuturkan bahwa dibandingkan dua provinsi terdampak lainnya, yakni Sumatera Utara dan Aceh, skala kerusakan di Sumatera Barat relatif lebih ringan. Kondisi terparah terjadi di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah, yang sebelumnya melaporkan 48 korban jiwa hingga Kamis (27/11).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, sejumlah infrastruktur di Sumatera Barat mengalami kerusakan, termasuk lima jembatan dan beberapa titik longsor. Namun, akses komunikasi dinilai lebih baik dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara. “Komunikasi HP serta internet masih berfungsi cukup baik, tetapi tetap kami lakukan penguatan dengan komunikasi darurat melalui Starlink,” ujarnya.
BNPB memastikan bantuan logistik mencakup sembako, alat kebersihan, kasur lipat, makanan siap saji, serta peralatan komunikasi telah terdistribusi dengan memadai. Bantuan tambahan dari Presiden Prabowo Subianto yang telah diterima berupa alat komunikasi Starlink, 18 unit genset, 30 LCR, logistik permakanan, serta tenda darurat.
Suharyanto menegaskan, BNPB akan terus memperbarui informasi perkembangan penanganan banjir dan longsor di wilayah Sumatera.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban bencana. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan lingkungan di tengah kondisi perubahan iklim yang semakin nyata. “Kita berdoa agar Yang Maha Kuasa meringankan penderitaan saudara-saudara kita,” kata Prabowo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Jumat (28/11).
Pemerintah telah mengirimkan bantuan penanganan bencana ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui tiga pesawat Hercules dan satu Airbus A400 dari Lanud Halim Perdanakusuma. Bantuan tersebut meliputi 150 tenda, 64 perahu karet, genset, 100 alat komunikasi, makanan siap saji, obat-obatan, serta tenaga medis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wihaya mengatakan pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi dalam percepatan penanganan bencana. Presiden Prabowo juga telah berkomunikasi dengan para kepala daerah di provinsi-provinsi terdampak untuk memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi.
Penulis : R9







