Praya, newsline.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan operator transportasi laut, untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (11/11).
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan pola angin permukaan di wilayah NTB umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan maksimum mencapai 20 knot. Peningkatan kecepatan angin diperkirakan terjadi di perairan utara dan selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian selatan, serta perairan selatan Pulau Sumbawa pada siang hingga malam hari.
“Waspadai potensi angin kencang yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan selatan NTB,” kata Prakirawan BMKG, Annisa Fauziah, dalam pernyataan tertulis di Praya, Selasa.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG memperkirakan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Lombok, dan perairan selatan Pulau Sumbawa. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal kecil.
“Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,5 meter,” jelas Annisa.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu memperbarui informasi cuaca maritim dari sumber resmi BMKG sebelum beraktivitas di laut.
Penulis : R9
Sumber Berita: BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Praya – Lombok Tengah.







