Mataram, newsline.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan lebat hingga hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat memicu banjir serta tanah longsor di sejumlah daerah, Selasa (11/11).
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan, potensi cuaca ekstrem tersebut berlaku pada 11 November 2025 dan dapat terjadi di beberapa kecamatan di kabupaten/kota di NTB.
“Waspada terhadap hujan lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,” demikian imbauan BMKG.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain ancaman hujan lebat, BMKG juga meminta perhatian bagi masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut dan wisata bahari. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai lebih dari dua meter di perairan Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan NTB.
BMKG menjelaskan, saat ini wilayah NTB sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Dalam sepuluh hari ke depan, potensi peningkatan curah hujan cukup signifikan. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air serta melakukan pembersihan drainase guna mencegah luapan air saat hujan deras terjadi.
“Perlu diwaspadai pula potensi hujan disertai angin kencang yang bisa datang tiba-tiba, terutama pada masa peralihan seperti sekarang ini,” tambah BMKG.
BPBD NTB mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG maupun BPBD melalui kanal informasi terpercaya guna mengantisipasi dampak bencana dan meminimalkan kerugian. “Selalu jaga kesehatan dan tetap siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem,” demikian imbauan Pusdalops-PB BPBD NTB.
Sumber Berita: Pusdalops-PB BPBD NTB







