Avatar: Fire and Ash Cetak Rekor Penonton Hari Pertama Film Impor 2025 di Indonesia

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTB, newsline.id – Film terbaru garapan sutradara James Cameron, Avatar: Fire and Ash, mencatatkan capaian impresif pada hari pertama penayangannya di Indonesia. Berdasarkan data Cinepoint, film tersebut meraih lebih dari 468 ribu penonton pada hari perdana, sekaligus mencetak rekor baru sebagai film impor dengan jumlah penonton hari pertama terbanyak sepanjang 2025.

Pencapaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang film animasi Jepang Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle Chapter 1 yang meraih sekitar 461 ribu penonton pada hari pertama penayangan di Indonesia.

Dengan capaian awal tersebut, Avatar: Fire and Ash diprediksi akan melaju pesat dalam perburuan daftar film terlaris di Indonesia. Film ketiga dalam waralaba Avatar ini bahkan berpeluang menyalip jumlah penonton dua film pendahulunya apabila tren penonton tetap terjaga dalam beberapa hari ke depan.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari kedua penayangan, film ini mendapatkan jatah layar dan jam tayang terbanyak di sejumlah jaringan bioskop nasional, mengungguli film lokal Agak Laen: Menyala Pantiku!. Kondisi tersebut membuka peluang Avatar: Fire and Ash menembus angka satu juta penonton dalam waktu singkat dan menjadi film tercepat mencapai capaian tersebut pada 2025.

Avatar: Fire and Ash resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Desember 2025, tiga tahun setelah perilisan Avatar: The Way of Water (2022). Film ini kembali menghadirkan Sam Worthington, Zoe Saldaña, dan Stephen Lang sebagai pemeran utama, dengan cerita yang melanjutkan kisah keluarga Jake Sully di dunia Pandora.

Secara naratif, film ini berlatar waktu setelah peristiwa The Way of Water. Jake Sully dan Neytiri bersama anak-anak mereka masih berada dalam masa duka atas kehilangan Neteyam. Perjalanan mereka membawa keluarga tersebut meninggalkan klan Metkayina dan menjelajahi wilayah baru Pandora, termasuk bertemu suku Na’vi yang lebih agresif, Mangkwan atau Ash People, yang dipimpin Varang, diperankan Oona Chaplin.

Konflik dengan manusia kembali memanas dengan kemunculan Colonel Miles Quaritch yang diperankan Stephen Lang, serta terbentuknya sejumlah aliansi tak terduga. Film ini mengangkat tema duka, balas dendam, dan konsekuensi kekerasan, sekaligus menampilkan sisi Pandora yang lebih gelap melalui elemen api dan abu.

Dari sisi visual, Avatar: Fire and Ash tetap mempertahankan standar tinggi khas James Cameron. Dunia Pandora ditampilkan semakin kaya detail, termasuk pengenalan Wind Traders, suku nomaden yang hidup di armada kapal udara yang ditarik makhluk menyerupai ubur-ubur raksasa. Adegan pertempuran udara, efek api, dan abu vulkanik memberikan pengalaman imersif, terutama dalam format 3D dan IMAX.

Teknologi motion capture yang digunakan juga semakin halus, membuat ekspresi karakter Na’vi tampak lebih realistis. Musik garapan Simon Franglen turut memperkuat atmosfer epik film, meski nuansanya berbeda dengan skor ikonik karya mendiang James Horner.

Meski menuai pujian secara teknis, film ini juga mendapat catatan kritis pada aspek cerita yang dinilai masih mengulang pola konflik dari dua film sebelumnya. Durasi yang panjang membuat beberapa bagian, khususnya pada babak tengah, terasa berlarut.

Namun, penampilan para aktor dinilai menjadi kekuatan utama film ini. Zoe Saldaña kembali tampil dominan sebagai Neytiri, sementara Stephen Lang memberikan dimensi baru pada karakter Quaritch. Oona Chaplin sebagai Varang juga mendapat sorotan sebagai antagonis baru yang kuat.

Avatar: Fire and Ash saat ini tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia, termasuk Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis.

Penulis : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pusat Informasi Geopark Rinjani Resmi Beroperasi, Pemda Lombok Timur dan Gubernur NTB Perkuat Pengelolaan Pariwisata
Operasi Gabungan Malam Hari, Polresta Mataram Sita Puluhan Botol Miras Tanpa Izin
Bitcoin Bertahan di Level Tinggi, Sentuh Kisaran USD 78.000 di Tengah Arus Dana Institusi
Puskesmas Ujan Mas Gencarkan Edukasi Kesehatan Reproduksi Wanita, dr. Yolanda Tekankan Peran Hormon dan Siklus Haid
Santri Lapas Selong Tampil di Festival Seni dan Ngabuburit Ramadhan Kampung PAS
Pagelaran Wastra NTB Angkat Peran Penenun dan Kepedulian Sosial
Kolaborasi Matt Damon dan Ben Affleck: Dari Aktor Latar hingga Ikon Sinema Hollywood
HAVEN dan I Run Puncaki Trending Chart, Tyla Cetak Sejarah lewat CHANEL

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:30 WITA

Pusat Informasi Geopark Rinjani Resmi Beroperasi, Pemda Lombok Timur dan Gubernur NTB Perkuat Pengelolaan Pariwisata

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:27 WITA

Operasi Gabungan Malam Hari, Polresta Mataram Sita Puluhan Botol Miras Tanpa Izin

Sabtu, 25 April 2026 - 06:20 WITA

Bitcoin Bertahan di Level Tinggi, Sentuh Kisaran USD 78.000 di Tengah Arus Dana Institusi

Kamis, 23 April 2026 - 21:54 WITA

Puskesmas Ujan Mas Gencarkan Edukasi Kesehatan Reproduksi Wanita, dr. Yolanda Tekankan Peran Hormon dan Siklus Haid

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:41 WITA

Santri Lapas Selong Tampil di Festival Seni dan Ngabuburit Ramadhan Kampung PAS

Berita Terbaru