Mataram, newsline.id — Pagelaran seni dan peragaan busana “Marvelous Wastra NTB” di Mataram menampilkan 60 koleksi kain tradisional Nusa Tenggara Barat sekaligus menyoroti peran penenun serta kepedulian sosial di tengah berbagai peristiwa alam yang terjadi belakangan ini.
“Pagelaran ini bukan sekadar ajang menampilkan keindahan wastra, tetapi juga wujud kepedulian kolektif serta kecintaan terhadap tanah kelahiran dan warisan budaya daerah,” kata Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri kegiatan tersebut di Rinjani Ballroom, Lombok Raya Hotel, Sabtu.
Ia mencontohkan Muna Pa’a, wastra khas Kabupaten Dompu, yang dinilai memiliki kekuatan estetika dan identitas budaya, sehingga pengembangannya perlu diiringi perhatian terhadap keberlanjutan para penenun.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengembangan wastra daerah tidak hanya diarahkan agar dikenal luas, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan para penenun sebagai penjaga nilai budaya,” ujarnya.
Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta Agathia menambahkan, wastra memiliki keterkaitan langsung dengan pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga.
“Di balik setiap helai wastra terdapat kerja keras para ibu dan perempuan yang menggantungkan harapan hidup dari kerajinan tersebut,” katanya.
Menurutnya, pengenalan wastra ke tingkat yang lebih luas perlu dibarengi pendampingan dan perhatian pada perajin di tingkat hulu agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan.







