Mataram, newsline.id — Ulama dari Pondok Pesantren Daarul Lugah Wa Dakwah (Dalwa), Jawa Timur, bertemu jajaran Pemerintah Provinsi NTB dalam Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara di Pendopo Gubernur, Sabtu (24/1/2026).
“NTB masih memiliki 106 desa kategori kemiskinan ekstrem. Karena itu, dukungan para tuan guru dan masyaikh penting dalam menggerakkan ikhtiar bersama,” ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Pertemuan itu dihadiri Pengasuh Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun, Habib Ali Ridho Baharun, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Internasional Dalwa Prof. Ali Zainal Abidin bil Faqih, sejumlah tuan guru, serta pejabat daerah.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya membaca perdebatan Hasan Bangil dan Soekarno sejak SMA. Hari ini bisa bertemu dzurriyat beliau,” kata Iqbal.
Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo yang turut hadir menekankan pentingnya hubungan aparat dengan tokoh agama dan masyarakat, termasuk dalam pendekatan penegakan hukum.
“Pendekatan restorative justice diharapkan menghadirkan rasa keadilan di tengah masyarakat,” ucapnya.
Akademisi Prof. Masnun Tahir menilai pertemuan ulama dan umara memiliki dimensi moral dan sosial dalam menjaga persatuan.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat keadilan dan kebersamaan,” katanya.
Sementara itu, Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun menyebut hubungan ulama dan umara sebagai bagian dari kekuatan peradaban serta memperkenalkan Ponpes Dalwa sebagai pusat pengembangan bahasa dan dakwah.







