Tito Karnavian: Pertarungan Dunia Kini Beralih ke Bidang Ekonomi

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Palembang, newsline.id – Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sriwijaya, Jendral (Purn) Tito Karnavian, menegaskan bahwa dinamika global saat ini tengah memasuki babak baru, di mana kekuatan suatu negara tidak lagi ditentukan oleh militer, melainkan oleh kemampuan ekonomi, budaya, dan pengetahuan.

 

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Tito dalam orasi ilmiah bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Indonesia Emas 2045” pada Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/11).

 

“Saya berpijak pada paradigma konstruktivisme. Artinya, banyak persoalan dunia kini diselesaikan bukan melalui kekuatan militer, tetapi lewat ekonomi, perdagangan, sosial, dan budaya. Pertarungan yang paling menentukan saat ini adalah pertarungan ekonomi,” ujar Tito.

 

Ia menjelaskan, dalam tatanan dunia baru, dominasi global akan ditentukan oleh negara yang mampu memproduksi barang dan jasa dalam skala besar, menguasai rantai pasok, serta mendominasi pasar internasional.

 

Mengutip pemikiran Prof. Sait Yilmaz dalam buku “State, Power, and Hegemony”, Tito menyebut ada tiga faktor utama pembentuk kekuatan ekonomi global, yaitu jumlah angkatan kerja, sumber daya alam, dan luas wilayah. Tito menambahkan satu faktor tambahan, yakni posisi geografis strategis.

 

“Indonesia memiliki keempat faktor itu. Letak kita sangat strategis di jalur vital dunia. Jika dikelola dengan baik, posisi ini bisa menjadi penentu ekonomi global,” tegasnya.

 

Tito optimistis Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi dunia keempat pada 2045, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Namun, ia menekankan bahwa sumber daya alam semata tidak cukup untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju.

 

“Negara itu maju bukan karena kekayaan alamnya, tetapi karena kualitas sumber daya manusianya. Bonus demografi Indonesia sebesar 68,95 persen harus diarahkan melalui pendidikan agar menjadi kekuatan produktif,” katanya.

 

Ia mencontohkan Singapura di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew yang mampu menjadi negara maju tanpa sumber daya alam melimpah, berkat investasi besar di sektor pendidikan dan pengembangan SDM.

Menurut Tito, kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sudah sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, antara lain melalui program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan beasiswa kedokteran.

Ia mengajak perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi “menara gading”, melainkan turut menjadi motor penggerak inovasi nasional.

 

“Perguruan tinggi harus bertransformasi. Dunia berubah cepat, dan kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus jadi pemain utama dalam tatanan global baru,” ujar Tito.

Penulis : R9

Editor : Redaksi newsline NTB

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi Khusus Waisak 2026, Enam Orang Langsung Bebas
BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp950 Juta
Sekda Lotim Tutup TC MTQ XXXI NTB 2026, Optimisme Kafilah Menguat
Tasyakuran Penamatan MTs Fathul Muin NW Montong Tangi Dibanjiri Air Mata Haru
Tagih Utang Berujung Maut, Pemuda 19 Tahun Tewas Usai Duel di Kos-kosan Pagesangan
Tabrak Lari di Simpang Pagutan, Ibu dan Bayi Dua Bulan Jadi Korban
TMMD Ke-128 di Paok Lombok Resmi Ditutup, Danrem 162/WB Apresiasi Sinergi TNI dan Masyarakat
Pendapatan Tembus Rp2,9 Miliar, PD Agro Selaparang Diminta Perkuat Tata Kelola

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:25 WITA

1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi Khusus Waisak 2026, Enam Orang Langsung Bebas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:09 WITA

BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp950 Juta

Senin, 25 Mei 2026 - 18:47 WITA

Sekda Lotim Tutup TC MTQ XXXI NTB 2026, Optimisme Kafilah Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:54 WITA

Tasyakuran Penamatan MTs Fathul Muin NW Montong Tangi Dibanjiri Air Mata Haru

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:35 WITA

Tagih Utang Berujung Maut, Pemuda 19 Tahun Tewas Usai Duel di Kos-kosan Pagesangan

Berita Terbaru