NTB, newsline.id — Paris Saint-Germain (PSG) akan menghadapi Flamengo pada partai final Piala Interkontinental FIFA yang digelar di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar, Rabu (waktu setempat). Laga ini menjadi pertemuan kompetitif pertama kedua tim sepanjang sejarah.
Piala Interkontinental FIFA kembali menjadi sorotan di tengah perubahan besar format Piala Dunia Antarklub (Club World Cup/CWC) yang kini diperluas dan dianggap lebih prestisius. Meski demikian, turnamen ini masih memberikan gelar kehormatan “juara dunia” bagi pemenangnya, meskipun dinilai menimbulkan kebingungan karena posisinya yang tumpang tindih dengan CWC versi terbaru.
PSG melaju langsung ke final sebagai juara Liga Champions UEFA. Sementara itu, Flamengo harus melalui jalur panjang usai menjuarai Copa Libertadores dengan menyingkirkan Cruz Azul (2-1) dan Pyramids AFC (2-0) pada ajang FIFA Challenger Cup.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Flamengo datang ke laga puncak dengan jadwal yang padat. Sejak kemenangan atas Palmeiras pada 29 November, klub asal Brasil tersebut telah memainkan dua laga Serie A Brasil serta dua pertandingan FIFA Challenger Cup. Final melawan PSG menjadi pertandingan kelima Flamengo dalam rentang 18 hari, sekaligus laga ke-77 mereka sepanjang musim. Sebagai perbandingan, PSG baru menjalani 22 pertandingan sejak musim 2025/2026 dimulai pada Agustus.
Meski demikian, Flamengo tengah menjalani musim impresif setelah menjuarai Serie A Brasil dan Copa Libertadores, menjadikan mereka klub Brasil keempat yang mampu meraih gelar ganda liga dan Libertadores dalam satu musim.
Dari sisi performa, PSG asuhan Luis Enrique mencatatkan dua kekalahan dari delapan laga terakhir, namun mampu mencetak 20 gol dalam periode tersebut. Flamengo, yang kini ditangani Filipe Luis, tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Pada laga terakhir Ligue 1 melawan Metz yang dimenangi PSG dengan skor 3-2, Luis Enrique mengistirahatkan sejumlah pemain kunci, termasuk Joao Neves, Bradley Barcola, dan Khvicha Kvaratskhelia. Ketiganya diperkirakan kembali ke starting XI pada laga final. PSG dipastikan tanpa kapten Marquinhos dan Achraf Hakimi, sementara kondisi Ousmane Dembele masih diragukan akibat sakit.
Di kubu Flamengo, hanya Allan yang absen. Tim Brasil itu akan mengandalkan pengalaman Jorginho, kreativitas Giorgian de Arrascaeta, serta ketajaman Pedro untuk menghadapi kekuatan PSG.
Secara historis, klub Amerika Selatan terakhir kali menjuarai kompetisi antarklub dunia pada 2012 saat Corinthians mengalahkan Chelsea. Flamengo sendiri terakhir kali meraih gelar tersebut pada 1981 setelah menundukkan Liverpool. Selain Flamengo, hanya Santos, Gremio, Sao Paulo, Internacional, dan Corinthians yang pernah membawa pulang gelar juara dunia antarklub bagi Brasil.
Final ini dinilai penting tidak hanya bagi kedua tim, tetapi juga bagi gengsi sepak bola Amerika Selatan di tengah dominasi klub-klub Eropa dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Penulis : R9









